Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Longsor Guncang Selat Karangasem, Dua KK Mengungsi Akibat Ancaman Struktur Tanah Labil

I Wayan Adi Prabawa • Minggu, 6 Juli 2025 | 23:16 WIB
LONGSOR: Longsor besar di Banjar Dinas Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, pada Minggu (6/7), tutup akses jalan.
LONGSOR: Longsor besar di Banjar Dinas Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, pada Minggu (6/7), tutup akses jalan.

BALIEXPRESS.ID – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Karangasem.

Hujan deras yang mengguyur wilayah ini selama beberapa hari terakhir memicu longsor besar di Banjar Dinas Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, pada Minggu (6/7).

Akibatnya, akses utama yang menghubungkan Kecamatan Manggis dan Kecamatan Selat tertutup total.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyebutkan bahwa longsor terjadi di dua titik sekaligus, dengan material longsoran berupa tanah dan batu besar yang menimbun seluruh badan jalan.

“Dari hasil peninjauan, dua titik longsor besar benar-benar memutus akses jalan. Karena kondisi medan sangat berat dan labil, pembersihan secara manual tidak memungkinkan. Kami akan segera turunkan alat berat,” jelas Arimbawa.

Tak hanya menutup jalan, longsor juga menyebabkan sebuah tiang listrik miring dan berisiko tumbang.

Jika tidak segera ditangani, tiang tersebut bisa membahayakan warga dan kendaraan yang melintas, terlebih saat evakuasi atau proses pembersihan dilakukan.

Situasi semakin genting karena struktur tanah di lokasi sangat tidak stabil, memicu kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan.

Dampak bencana langsung dirasakan warga sekitar. Dua kepala keluarga (KK) yang tinggal di dekat titik longsor memilih mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko lebih besar.

Arimbawa menegaskan bahwa jalur Manggis–Selat memang masuk zona rawan longsor, mengingat kondisi geografis dan jenis tanah yang mudah bergerak saat hujan deras.

“Kami terus mengedukasi warga agar tetap waspada, dan segera mengungsi bila melihat tanda-tanda longsor, seperti retakan tanah atau suara gemuruh di sekitar tempat tinggal,” tambahnya.

BPBD Karangasem mengimbau masyarakat dan para pengendara yang biasa melintasi jalur Manggis–Selat untuk menghindari lokasi sementara waktu, hingga proses evakuasi dan pembersihan selesai dilakukan.

Pemerintah juga tengah mengoordinasikan tindakan cepat bersama tim gabungan untuk membuka kembali jalur yang vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dua kecamatan tersebut. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#tanah #Susulan #struktur #labil #selat duda #karangasem #longsor