Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pendaftaran SPMB SMA/SMK Negeri Bali Ditutup, Total Pengajuan Capai 83 Ribu Lebih

Rika Riyanti • Senin, 7 Juli 2025 | 23:33 WIB

 

Ilustrasi pendaftaran sekolah
Ilustrasi pendaftaran sekolah


 

BALIEXPRESS.ID – Proses pendaftaran online Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK Negeri di Provinsi Bali Tahun Pelajaran 2025/2026 resmi ditutup pada 4 Juli 2025.

Total terdapat 83.408 pengajuan pendaftaran yang masuk dari seluruh jalur yang tersedia, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

Menariknya, angka tersebut melampaui jumlah lulusan SMP se-Bali yang tercatat hanya sebanyak 65.197 orang.

Baca Juga: Selama PKB 2025, Pedagang Dilarang Jual Minuman Plastik, Beralih ke Botol Kaca, Harga Naik, Sampah Turun

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Disdikpora Bali, Luh Made Seriarningsih, S.Kom., MAP., menerangkan bahwa angka pengajuan yang tinggi itu tidak hanya berasal dari lulusan dalam daerah, namun juga dari luar Bali.

Di sisi lain, banyak juga calon peserta yang mendaftar melalui lebih dari satu jalur.

“83.408 (calon murid baru, red) ini adalah ajuan pendaftaran, bisa saja 1 orang siswa 3 kali mendaftar di 3 jalur. Ada juga pendaftar dari lulusan SMP luar Bali,” jelas Seriarningsih, Senin (7/7).

Baca Juga: Tragis! Pasutri Tewas dalam Kecelakaan Maut saat Nyalip dari Sisi Kiri, Anak Selamat dengan Luka Ringan: Begini Kronologinya

Secara umum, pelaksanaan SPMB tahun ini dinilai berjalan dengan baik.

Dalam lima hari masa pendaftaran, jumlah pengajuan tercatat secara bertahap: 46.043 pada hari pertama (30 Juni), 16.162 pada hari kedua (1 Juli), 10.380 pada hari ketiga (2 Juli), 6.803 pada hari keempat (3 Juli), dan 4.040 pada hari terakhir (4 Juli).

“Secara umum SPMB di Provinsi Bali telah berjalan lancar. Monitoring pelaksanaan SPMB telah dilakukan di seluruh kabupaten/kota se-Bali dengan melibatkan panitia SPMB tingkat daerah, yaitu Inspektorat, Dinas Sosial dan Dinas PMD Dukcapil,” tandasnya.

Baca Juga: Duka Mendalam di Karangasem! Ibu dan Anak Tewas Terseret Arus Sungai, Keluarga: Tak Ada Firasat dan Tanda-tanda Aneh

Meski berlangsung relatif lancar, ada sejumlah kendala teknis yang ditemukan selama proses pendaftaran.

Di antaranya, dokumen seperti surat keterangan dokter, surat akumulasi nilai rapor, dan kartu keluarga yang diunggah tidak sesuai dengan dokumen asli.

Menanggapi hal tersebut, panitia memanggil yang bersangkutan untuk memverifikasi dokumen asli.

Baca Juga: BPN Ungkap Ada 463 Bidang Tanah di Bali yang Dikuasai WNA Lewat Skema Hak Pakai

Beberapa peserta juga keliru dalam menandai titik koordinat domisili, sehingga perlu dilakukan pemanggilan untuk perbaikan data yang difasilitasi langsung oleh pihak sekolah.

Selain itu, kesalahan lain yang ditemukan antara lain salah memilih urutan sekolah atau jurusan serta kelompok pilihan.

Padahal, sesuai petunjuk teknis, calon peserta hanya bisa mendaftar satu kali berdasarkan kelompok pilihan tanpa bisa mengubahnya setelah pengajuan.

Baca Juga: Kisah Pilu Gadis 15 Tahun di Bali, Dicekoki Miras dan Dirudapaksa, Pemuda Bulukumba Diamankan

Kendala lainnya menyangkut dokumen afirmasi yang sudah tidak berlaku lagi.

Pendaftar dengan kendala ini diminta berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk memastikan status keikutsertaannya dalam data DTKS atau DTSEN.

Saat ini, proses SPMB telah memasuki tahap verifikasi dokumen oleh operator sekolah, yang berlangsung hingga 11 Juli 2025.

Baca Juga: Pria Dihajar karena Ambil Singkong untuk Anak Yatim, Niluh Djelantik Siap Ganti

Setelah itu, sistem akan secara otomatis melakukan seleksi berdasarkan jalur dan pilihan sekolah. Hasil seleksi akan diumumkan secara daring pada 12 Juli 2025 pukul 18.00 Wita.

Adapun jadwal daftar ulang ditetapkan pada 14–16 Juli 2025.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #sma/smk #online #spmb