Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

MACET HOROR! Jalur Maut Denpasar-Gilimanuk Lumpuh Lagi: Perbekel Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Jalan Jebol di Bajera

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 8 Juli 2025 | 02:44 WIB

Kondisi jalan amblas di depan Pasar Bajera, Kabupaten Tabanan, Bali.
Kondisi jalan amblas di depan Pasar Bajera, Kabupaten Tabanan, Bali.

BALIEXPRESS.ID – Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk, urat nadi lalu lintas Bali yang vital, kembali menghadapi cobaan berat. Senin (7/7) sore, ruas jalan di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, jebol parah, memicu kemacetan horor sepanjang belasan kilometer, bahkan hingga wilayah Pupuan.

Kejadian ini sontak membuat pengendara kalang kabut dan kembali mempertanyakan keamanan jalur utama penghubung Bali-Jawa ini. 

Evakuasi Kendaraan Besar, Jalur Alternatif Diserbu!

Camat Selemadeg, I Wayan Budhiarsana, membenarkan insiden jebolnya jalan yang kedalamannya mencapai sekitar 6 meter ini.

"Untuk kendaraan besar tidak bisa lewat. Kami sarankan putar balik," tegas Budhiarsana.

Pengendara dari arah Gilimanuk diarahkan melalui Jalan Antosari-Pupuan, sementara dari Denpasar, pilihan terbaik adalah memutar balik di Jelijih atau memanfaatkan rest area luas.

Kendaraan kecil masih bisa menerobos via jalur Antap, meski tak luput dari kemacetan parah.

Situasi ini tentu saja menambah deretan panjang gangguan lalu lintas di jalur tersebut.  

Bajera Langganan Amblas: Ada Apa dengan Konstruksi Jalan?

Yang mengejutkan, insiden jalan amblas di Bajera ini bukanlah yang pertama kali terjadi.

Perbekel Desa Bajera, I Putu Sukerata, mengungkapkan fakta mencengangkan: ini adalah kejadian keempat kalinya di tahun 2025 saja!

Lubang yang mulai terlihat sejak 19 Juni 2025 itu terus membesar tanpa perbaikan berarti, hingga akhirnya jebol total setelah diguyur hujan deras pada Minggu (6/7) malam.

"Ini sudah kejadian yang keempat, sejak awal terlihat pada 19 Juni 2025 lalu. Jadi keadaan seperti ini bukan yang pertama kalinya," jelas Sukerata, mengisyaratkan adanya masalah serius pada infrastruktur jalan.  

Hujan Deras dan Konstruksi Lawas: Kombinasi Maut!

Dugaan kuat penyebab jebolnya jalan ini mengerucut pada kombinasi hujan lebat dan konstruksi jalan lama peninggalan era kolonial yang diduga belum dilengkapi struktur penunjang modern.

Faktor ini membuat daya tahan jalan kian menurun, terutama saat curah hujan tinggi.

Pihak desa bersama aparat Polsek Selemadeg saat ini berjibaku mengatur arus lalu lintas di lokasi, berusaha meminimalkan penumpukan kendaraan.

Namun, bagi pengendara roda empat ke atas, harapan untuk melintas di jalur ini pupus sudah.  

Masa Depan Jalur Denpasar-Gilimanuk: Akankah Tetap Jadi "Jalur Maut"?

Insiden berulang ini memunculkan pertanyaan besar: sampai kapan jalur Denpasar-Gilimanuk akan terus menjadi "jalur maut" yang menguras kesabaran dan membahayakan pengendara?

Diperlukan evaluasi menyeluruh dan tindakan konkret dari pihak berwenang untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di salah satu jalur terpenting di Bali ini. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #konstruksi #kabupaten tabanan #selemadeg #macet #Pasar Bajera