BALIEXPRESS.ID-Duka mendalam menyelimuti Karangasem setelah kabar tewasnya seorang bidan dan anaknya akibat terseret arus Sungai Pelintas, Dusun Gambang, Desa Seraya, pada Minggu sore, 6 Juli 2025.
Akun resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem menjadi salah satu pihak pertama yang mengonfirmasi identitas korban.
Baca Juga: Dugaan Pencurian oleh Dua WNA di Toko Pakaian Sanur Berakhir Damai
Dalam unggahan di Facebook, dinas tersebut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ni Luh Putu Surya Adnyani, A.Md.Keb, bidan yang bertugas di UPTD Puskesmas Karangasem II.
Sang bidan meninggal bersama putranya, Wayan Eka, setelah terseret derasnya arus sungai yang meluap saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Tragedi bermula ketika keduanya mencoba melintasi jembatan di tengah hujan deras. Debit air Sungai Pelintas meningkat drastis hingga meluap ke jalan.
Baca Juga: Mahasiswa Surabaya Tewas Usai Tabrak Truk Tronton Berhenti di Jalan Gelap tanpa Lampu Hazard
Arus deras menyeret ibu dan anak itu, yang kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jenazah keduanya kini disemayamkan di RSUD Karangasem.
Peristiwa memilukan ini menyita perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Tak hanya warganet, Senator DPD RI Arya Wedakarna (AWK) juga turut menyuarakan keprihatinannya sekaligus menyampaikan kritik pedas terhadap pemerintah daerah Karangasem.
“Sudah berapa kali GANTI BUPATI tapi Karangasem tidak pernah beres urusan infrastruktur jembatan dan jalan. Padahal dikarunia Tuhan penghasil Batu dan Pasir-nya Bali. Kasian rakyat disana KENA MUSIBAH ! Amor Ing Acintya.” Tulis AWK dalam keterangan unggahan pada akun Instagram pribadinya @aryawedakarna dikutip Selasa, 8 Juli 2025.
Pernyataan AWK tersebut langsung menuai banyak tanggapan dari warganet. Mereka tak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menyuarakan keluhan terkait persoalan infrastruktur yang dianggap tak kunjung terselesaikan.
Baca Juga: Sosok Surya Dharma: Petinju 20 Tahun Asal Bali Juara WBC Asia Youth Super Flyweight
“Padahal material datang dari sana, seperti batu pasir.” Komentar @wie_ras
“Bukan itu aja.. banyak PR buat pejabat Karangasem.. terutama sampah.” Ketik akun @jimmy.wijaya.92
“Jalan itu jalan desa, jik jalan provinsi tepat memasuki desa Tianyar ada 5 titik jembatan yang belum ada. Pas kalau banjir pasti macet.” Tulis akun @gedesinta69
“Dulu pas KKN tyang lewat di Seraya Tengah ke Seraya Timur, ada sungai tapi cuma jalan aspal melintang tanpa jembatan. Mungkin itu sangat berbahaya jika musim hujan.” Ujar akun @badung_bagaskara
Sementara itu, banyak pula warganet yang menyampaikan doa dan dukacita
“Kasian sekali. Dumogi Amor Ing Acintya dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan dan kekuatan.” Tulis akun @inengahbudiana88
“Selamat jalan nak... mogi nyujur sunialoka bersma Ananda.” Ketik akun @luhtini_1
Baca Juga: Ibu dan Anak Tersesat di Gunung Batukaru Tabanan Ditemukan Selamat, Dievakuasi Dini Hari
Tragedi ini menambah deretan kasus yang memicu desakan publik terhadap perbaikan infrastruktur di Karangasem.
Warga berharap kritik dari berbagai pihak, termasuk AWK, bisa menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak.
Editor : Wiwin Meliana