BALIEXPRESS.ID – Suasana duka menyelimuti Banjar Nesa, Desa/Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, setelah jenazah I Kadek Oka, 51, salah satu korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, tiba di rumah duka pada Selasa (8/7/2025) dini hari.
Almarhum yang semasa hidup dikenal sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab itu, langsung akan diaben hari ini oleh pihak keluarga di setra desa adat setempat.
"Rencananya hari ini juga akan langsung dilaksanakan upacara pengabenan," ujar Perbekel Desa Banjarangkan, A.A. Gde Indrawan Diputra.
Jenazah Kadek Oka sebelumnya sempat dievakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk proses identifikasi. Setelah terkonfirmasi secara resmi sebagai warga Banjar Nesa, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa pulang menggunakan ambulans. Jenazah tiba sekitar pukul 00.30 WITA.
Kadek Oka sehari-harinya bekerja sebagai sopir truk di salah satu perusahaan distributor semen di Klungkung. Ia meninggalkan seorang istri, dua anak, dan empat cucu.
Saat musibah terjadi, Kadek Oka tengah dalam perjalanan menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, mengendarai truk tronton pengangkut semen bernomor polisi DK 8565 MH. Ia berangkat bersama rekannya, Eko Satrio, yang juga mengemudikan truk semen dengan pelat DK 8153 AD.
Sayangnya KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam pada Rabu malam (3/7/2025) sekitar pukul 23.20 WIB, tak lama setelah berlayar dari Ketapang pukul 22.56 WIB. Berdasarkan manifest sementara, kapal tersebut mengangkut 65 orang yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta 22 kendaraan termasuk 14 truk tronton. (*)