Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Banjir Parah di Tabanan, Ni Luh Djelantik Desak Audit Fasilitas Publik di Komplek Perumahan

Putu Ayu Aprilia Aryani • Selasa, 8 Juli 2025 | 17:59 WIB

Ni Luh Djelantik Desak Audit Fasilitas Publik di Komplek Perumahan
Ni Luh Djelantik Desak Audit Fasilitas Publik di Komplek Perumahan

BALIEXPRESS.ID-Insiden dua mobil terseret arus deras di kawasan Pondok Asri Residence, Nyitdah, Tabanan, memicu kekhawatiran publik terhadap sistem drainase dan infrastruktur di lingkungan perumahan.

Baca Juga: Jalan di Depan Pasar Bajera Jebol, AWK Desak Pemerintah Segera Realisasikan Tol Gilimanuk–Mengwi

 Menanggapi kejadian tersebut, pegiat sosial dan tokoh publik Bali, Ni Luh Djelantik, melontarkan seruan tegas kepada pemerintah dan pengembang perumahan.

Dalam unggahannya di media sosialnya @niluhdjelantik, Ni Luh menyatakan perlunya audit menyeluruh terhadap fasilitas publik, khususnya sistem drainase dan ruang terbuka, di setiap komplek perumahan di Bali.

“Drainase dan ruang terbuka adalah keharusan bagi setiap komplek perumahan. Kepada Dinas PUPR, mohon cek dan audit semua perumahan, baik yang sedang dibangun maupun yang sudah ditempati, apakah benar-benar mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Matur suksma,” tulis Ni Luh Djelantik.

Baca Juga: Diduga Ada Proyek Fiktif, Dinas Pariwisata Klungkung Diperiksa Internal, Ini Modusnya

Insiden terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Tabanan pada Minggu (6/7/2025) sore. Derasnya aliran air yang tidak tertampung oleh sistem drainase diduga menjadi penyebab arus air meluap hingga menyeret dua unit mobil yang ada di area perumahan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Warga setempat mengeluhkan bahwa sistem drainase yang ada tidak mampu menampung debit air tinggi, terutama saat hujan ekstrem. Banyak yang menilai bahwa pembangunan perumahan kerap mengabaikan aspek lingkungan dan mitigasi bencana.

Selain itu, peristiwa ini diharapkan menjadi wake-up call bagi pengembang untuk tidak mengesampingkan aspek ruang terbuka hijau dan pengelolaan air hujan dalam setiap proyek perumahan, demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca Juga: Status Awas! Gunung Lewotobi Erupsi Eksplosif, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 7 Km

Unggahan tersebut menui berbagai komentar dari warganet di media sosial.

“Duh semoga ibunya ga kenapa2 itu yg di pagar,” tulis akun @lona26

“Mental dan moralitas faktor utama mbk.. semoga suatu saat nanti ada suatu generasi yg bisa memutus semua ini,” tulis akun @agus_brahmantra

“Nyag latig gumi Bali iraga. Ajeg Bali jangan hanya dimulut saja nggih,” tulis akun @drbbm_spdve

“Semoga ibunya gak kenapa2 ya,” tulis akun @realmenanik

“Bukan cuma di Bali , seluruh dindonesia sperti itu. Aplgi program rumah subsidi ,hutan digundul ,bikin rumah kaya kreta ,ga ada skat jarak, drainase buruk aplgi penghijauan,” tulis akun @l_man926

 

Editor : Wiwin Meliana
#perumahan #banjir #Niluh Djelantik #tabanan #audit