Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gong Kebyar Wanita Badung Tampil Memukau di PKB Ke-47, Anggun dan Sarat Makna Budaya

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 8 Juli 2025 | 21:26 WIB
ANGGUN: Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan tampil anggun di PKB Ke-47 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Senin (7/7).
ANGGUN: Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan tampil anggun di PKB Ke-47 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Senin (7/7).

BALIEXPRESS.ID – Penampilan memukau ditunjukkan Duta Kabupaten Badung dalam ajang Parade Gong Kebyar Wanita Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

Diwakili oleh Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala dari Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Badung tampil anggun dan penuh energi di atas Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (7/7).

Dalam parade yang mempertemukan Badung dan Gianyar, para seniman wanita muda (yowana) dari Ungasan tampil elegan mengenakan busana bernuansa biru dan silver, mencuri perhatian para penonton yang memadati tribun dengan riuh tepuk tangan dan sorakan apresiatif.

Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala menyajikan tiga materi unggulan, hasil eksplorasi kreatif yang memadukan seni karawitan, tari kreasi, dan vokal Bali, yaitu Tabuh Kreasi “Yogi Suara”.

Tabuh ini menggambarkan kondisi paradoksal Bali saat ini, menjadikan refleksi atas berbagai tantangan yang dihadapi Pulau Dewata.

Melalui suara dan irama yang dinamis, karya ini mengajak pemirsa untuk meyasa kerthi (berikhtiar) menjaga keajegan Bali dari hal-hal negatif.

“Tabuh Yogi Suara menggambarkan kegelisahan atas dinamika Bali masa kini dan pentingnya menjaga keseimbangan,” jelas Koordinator Gong Kebyar Wanita Badung, I Made Suada.

Penampilan berikutnya adalah Tari Kreasi “Tedung Jagat”. Tarian ini merupakan simbol pemimpin ideal, yang mampu mengayomi rakyat dengan bijaksana.

Diciptakan pertama kali untuk PKB ke-40 tahun 2018, tarian ini sarat makna tentang konsep kepemimpinan Asta Brata – delapan karakter pemimpin yang harus hadir dalam diri seorang pemangku kekuasaan.

“Tedung Jagat adalah simbol pemimpin pelindung rakyat, seperti payung besar yang menaungi semua,” tambah Suada.

Penampilan pamungkas adalah Sandyagita “Jagat Hita”. Paduan suara Bali ini menyuarakan kesadaran hidup harmonis, berlandaskan nilai Moksartham Jagadhita – tujuan hidup spiritual dan kesejahteraan duniawi.

Komposisi vokal yang halus dan syahdu menggambarkan semangat toleransi, keharmonisan, dan saling menghormati dalam masyarakat Bali.

Penampilan ini merupakan hasil kerja kolektif dari puluhan seniman muda dari 15 banjar di Desa Adat Ungasan.

Prajuru Desa Adat Ungasan menjelaskan bahwa seluruh proses kreatif hingga latihan dikoordinasikan secara gotong royong dengan semangat pelestarian budaya.

“Para kelian banjar adat bergerak aktif menggerakkan pemuda-pemudi. Sekaa gong ini adalah cerminan semangat kolektif desa kami,” ujar Prajuru Desa Adat Ungasan.

Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala adalah bagian dari program pembinaan seni yang telah dimulai sejak tahun 2000-an.

Tahun ini menjadi kali kedua mereka dipercaya mewakili Pemkab Badung dalam ajang seni terbesar di Bali ini.

“Kami optimis, generasi muda Ungasan siap tampil membanggakan. Penampilan hari ini jadi pembuktian potensi dan regenerasi seniman Bali,” tutupnya.

Penampilan duta Badung ini turut disaksikan langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Gubernur Bali I Wayan Koster, Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa, serta jajaran OPD Pemkab Badung yang memberi dukungan penuh. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#Kuta Selatan #wanita #gong kebyar #ungasan #badung #pkb