Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dahan Pohon Keramat di Abang Karangasem Tumbang, Timpa Dua Pelinggih Pura: Diduga Akibat Usia dan Cuaca

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 8 Juli 2025 | 23:22 WIB
TUMBANG: Dahan pohon kayu putih di Banjar Kebon, Desa Kertamandala, Abang tumbang, Selasa (8/7).
TUMBANG: Dahan pohon kayu putih di Banjar Kebon, Desa Kertamandala, Abang tumbang, Selasa (8/7).

BALIEXPRESS.ID – Dua pelinggih subak di Pura Penataran Agung Jeroan, Banjar Kebon, Desa Kertamandala, Kecamatan Abang, mengalami kerusakan serius akibat dahan pohon tua yang tumbang pada Selasa (8/7).

Kejadian ini menimbulkan kerugian material hingga Rp 80 juta, meskipun tidak ada korban jiwa.

Pohon yang menimpa pelinggih tersebut adalah pohon kayu putih berusia ratusan tahun, yang dikenal sakral oleh warga setempat.

Kepala Dusun Kebon, Gede Astika Eka Putra, menyebutkan pohon ini memiliki tinggi sekitar 20 meter dengan diameter batang mencapai 2 meter.

“Pohon itu sangat tua dan dianggap keramat. Bahkan saat sebelumnya ada dahan kecil yang patah, tidak ada warga yang berani memanjat atau memangkasnya,” jelasnya.

Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa pohon tersebut merupakan bagian dari kawasan suci pura, sehingga masyarakat setempat enggan melakukan penebangan tanpa upacara atau izin adat.

Namun, karena faktor usia dan cuaca, salah satu dahan besar akhirnya tumbang dan menimpa pelinggih.

Dua pelinggih yang terdampak mengalami kerusakan cukup parah di bagian atap dan struktur utama.

Pangempon pura kini tengah melakukan koordinasi untuk menentukan langkah pemulihan serta membahas kemungkinan pemeliharaan atau pemotongan pohon secara adat.

Untuk proses penanganan darurat, pembersihan lokasi direncanakan dilakukan pada Rabu (9/7).

BPBD Karangasem akan dilibatkan dalam evakuasi batang dan dahan pohon yang masih tersisa, guna menghindari potensi kerusakan lanjutan.

“Kami berharap proses pembersihan berjalan aman, karena pohon ini sangat besar dan masih ada bagian yang menggantung di area pelinggih,” imbuh Gede Astika. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#tumbang #keramat #pohon #Usia #pelinggih #kayu putih #pura