BALIEXPRESS.ID - Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya kembali memunculkan korban jiwa. Sesosok jenazah ditemukan mengapung di perairan Selat Bali, tepatnya di sekitar Tanjung Sembulungan, Muncar, Banyuwangi, Selasa (8/7) pagi.
Korban diduga merupakan salah satu penumpang kapal nahas yang tenggelam sepekan lalu.
Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group), penemuan bermula dari laporan seorang nelayan sekitar pukul 06.30 Wita.
Tim SAR gabungan langsung bergerak dan berhasil mengevakuasi jenazah sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 06.50 Wita. Saat ini, korban berada di RSUD Blambangan untuk proses identifikasi.
Korban ditemukan di titik koordinat 08°29′27.594”S - 114°25’53.85”E. Dari ciri fisik, jenazah diduga berjenis kelamin laki-laki, mengenakan baju dan celana pendek.
“Tadi pagi ditemukan satu jenazah oleh nelayan dan sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan proses identifikasi. Saat ini ada dua jenazah yang masih dalam proses identifikasi,” ujar Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Cokorda Gede Parta Pemayun saat dikonfirmasi.
Dengan penemuan tersebut, total korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan hingga hari ketujuh operasi pencarian mencapai 10 orang.
Dari jumlah itu, delapan jenazah telah berhasil teridentifikasi. Sementara dua lainnya masih menunggu proses lanjutan.
Saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 12 ABK, 53 Penumpang dan 22 kendaraan.
Adapun total korban yang berhasil dievakuasi sejauh ini berjumlah 40 orang. Rinciannya, 30 korban selamat dan 10 meninggal dunia.
Menariknya, dua dari korban meninggal dipastikan tidak tercatat dalam manifest penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.
Hingga kini, operasi pencarian masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan memfokuskan penyisiran di permukaan laut wilayah selatan Selat Bali. Sejumlah armada laut dikerahkan dengan perluasan area pencarian hingga radius 25 mil laut.
Jika cuaca memungkinkan, pencarian juga akan dilanjutkan melalui jalur udara oleh SRU udara di area yang telah dipetakan.
Di sisi darat, tim tetap melakukan pemantauan dan penyisiran sepanjang garis pantai Banyuwangi, mulai dari Bangsring hingga Pancer.
Data korban selamat :
- Sandi Wariawan (ABK)
- Nurdin Yuswanto (ABK)
- Richo Krafsanjani (ABK)
- Ibnul Fawaid (ABK)
- Saroji (PNP)
- Saiful Munir (PNP)
- Mansun (PNP)
- Romi Alfa Hidayat (PNP)
- Supardi (PNP)
- Abu khoir (PNP)
- Farid Wiadji (PNP)
- Erick (PNP)
- Ahmad Suyitno (PNP)
- Bahrul Ulum (PNP)
- Triwahyudi (PNP)
- Anshori (PNP)
- Muhammad Wajihi (PNP)
- Syamsul Hidayat (PNP)
- Ely Mustain (PNP)
- Ahmad Rokhan (PNP)
- Deni Hermanto (PNP)
- Nanda Sinta (PNP)
- Riki Prayuda (PNP)
- Dimas Hadi (PNP)
- Muhammad Kholil (PNP)
- Bejo Santoso (PNP)
- Febriani (PNP)
- Imron (PNP)
- Yudi/ Sinyo (PNP)
- Eka Tonyansah (PNP)
Baca Juga: Fraksi PDIP Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Disahkan Jadi Perda
Data korban meninggal :
- Anang Suryono (PNP)
- Eko Sastriyo (PNP)
- Elok Rumantini (PNP)
- Cahyani (PNP)
- Fitri April Lestari (PNP)
- Afnan A mustofa umr 3 thn (PNP / tidak masuk manifes)
- I Kadek Oka (PNP)
- Daniar Nadief Insaqi (PNP / tidak masuk manifes)
- Mr X (ditemukan tgl. 8/7 dini hari, proses identifikasi)
- Mr X (ditemukan tgl. 8/7 pagi hari, proses Identifikasi)
Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Badung Dorong Penetapan Target PAD
Data manifest ABK (12 orang)
- Agus Slamet (ABK / Nahkoda)
- Bambang Sugiyarto (ABK / Mualim I)
- Nurdin Yuswanto (ABK / Mualim II)
- Sandi Wariawan (ABK / KKM)
- Eko Setiyawan (ABK / Masinis I)
- Rahmad Kurnia H (ABK / Masinis II)
- Ibnul Fawaid (ABK / Oiler)
- Dian Wahyu N (ABK / Oiler)
- Arif Baliawan (ABK / Juru Mudi)
- Yongky Aditya (ABK / Juru Mudi)
- Suyono (ABK / Kelasi)
- Richo Krafsanjani (ABK / Kelasi)