Denpasar Siapkan Pekerjaan Baru untuk Warga Miskin dan Disabilitas, Target Nol Sampah ke TPA Suwung!
Putu Resa Kertawedangga• Rabu, 9 Juli 2025 | 02:13 WIB
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa
BALIEXPRESS.ID – Sebuah gebrakan menarik datang dari Pemerintah Kota Denpasar dalam upaya pengelolaan sampah!
Tak hanya fokus pada penanganan limbah, Pemkot Denpasar akan segera membuka peluang kerja baru yang inklusif bagi masyarakat miskin dan penyandang disabilitas.
Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan operasional Pusat Daur Ulang (PDU) Padangsambian Kaja dan fasilitas serupa lainnya.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, pada Selasa (8/7) mengungkapkan bahwa kebijakan ini selaras dengan target Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menginginkan tidak ada lagi pembuangan sampah ke TPA Suwung pada akhir tahun 2025.
Untuk mencapai target ambisius ini, Pemkot akan memaksimalkan fungsi TPST Kesiman Kertalangu, TPST Tahura, dan PDU Padangsambian Kaja.
PDU Padangsambian Kaja: Dari Sampah Jadi Rupiah!
"Saat ini dalam satu hari di PDU mampu mengelola 50 ton dan dijadikan produk termasuk paving," ujar Arya Wibawa, menyoroti potensi besar dari fasilitas daur ulang tersebut.
Ini menunjukkan bahwa sampah di Denpasar bukan lagi sekadar masalah, melainkan bisa diubah menjadi produk bernilai ekonomi.
Mendata Warga Miskin dan Disabilitas: Menuju Kota Inklusif
Untuk mewujudkan rencana ini, Pemkot Denpasar sedang gencar mendata warga miskin dan penyandang disabilitas.
Nantinya, mereka akan diberdayakan dan dilibatkan secara aktif dalam proses pengelolaan sampah.
"Untuk disabilitas nanti akan membantu memilah sampah. Ini kami lakukan untuk menuju kota inklusif," terang Arya Wibawa.
Sebelumnya, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, juga telah menegaskan komitmennya untuk membuka ruang partisipasi aktif bagi penyandang disabilitas dalam pembangunan kota.
Pabrik Daur Ulang Plastik: Solusi Sampah dan Pemberdayaan Sekaligus!
Salah satu rencana konkret adalah pembangunan pabrik daur ulang plastik kecil di kawasan Padangsambian.
Pabrik ini direncanakan akan melibatkan sekitar 65 tenaga kerja, dengan prioritas pada teman-teman disabilitas dan masyarakat miskin.
"Masalah sampah plastik menjadi perhatian kami. Maka kami berencana membangun pabrik plastik kecil di Padangsambian, yang akan melibatkan sekitar 65 tenaga kerja. Di sini kami ingin melibatkan teman-teman disabilitas dan masyarakat miskin. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa penyandang disabilitas juga mampu menjadi bagian solusi," kata Jaya Negara.
Melalui inisiatif ini, Jaya Negara berharap para disabilitas dapat ikut serta membangun Kota Denpasar dan berkontribusi langsung dalam menyelesaikan masalah sampah plastik.
"Di sana cukup bersih mari kita bergandengan tangan,” pungkasnya. ***