Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, Dr. Made Sedana, M.Pd menjelaskan, SPMB dilaksanakan dengan melalui beberapa jalur, seperti Domisili, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi.
Dikatakan Made Sedana, dari pemetaan daya tampung di sekolah, semua siswa itu akan terlayani. Tetapi, pihaknya meminta masyarakat untuk memaklumi, bahwa sistem sekarang sedikit berbeda di badingkan tahun sebelumnya
“Dengan penetapan daya tampung di setiap sekolah, maka sekolah tidak lagi bisa melebihi atau mengambil atau menerima siswa yang melebihi dari daya tampung,” kata Made Sedana, Selasa (8/7).
Menurutnya, hal ini bagus, sehingga penambahan kelas tidak lagi dilakukan secara berlebihan. Sehingga anak-anak yang diterima di sekolah lain, tidak tertarik di sekolah favorit.
Berkaitan dengan sistem yang digunakan melalui SPMB secara Online, dewan pendidikan mengklaim akan terus memantau jika ada kendala.
Namun, sejauh ini, berbagai persoalan bisa diatasi dan menjadi catatan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
“Semua anak terlayani dengan baik, dialksanakan secara akuntabel, dan transparan sehingga memmberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepada Disdikpora Dewa Made Sudiarta menekankan secara prinsip pelaksanakan SPMB jika mengacu peraturan pememendikdasmen dan juknis tidak ada kendala.
Ia menyebut, dengan pola berbasis online lebih terbantu, percepatannya dengan tahapan yang sudah dilalui seleksi di satuan pendidikan termasuk pola penyaluran di arahkan dengan juknis.
“Tahapannya kita sudah lakukan sosialisasi detail melakukan verifikasi ke calon pendaftar pada sekolah yang dituju ada beberapa jalur, domisili, prestasi, afirmasi dan mutasi, semua sudah dilakukan sekolah dan sudah punya masing-masing kuota, jumlah SD dan SMP yang dianalisa,” katanya.
Ada zona yang bisa domisili masuk disana dan seleksi di sekolah, ada sekolah yang kuota belum semua dipenuhi, itu yang dilakukan penyaluran, semua siswa tidak boleh tidak sekolah.
“Tim kabupaten melakukan penyaluran kepada sekolah mengacu 4 jalru. Semua berbasis sistem, kalau sudah tiga ini tidak bisa di apa-apakan,” sebutnya.
Ia menambahkan, semua jalur sudah berisi, barangkali ada masa pendaftaran ulang hingga tanggal 10 Juli mendatang.
Tentu, pihaknya akan mengantisipasi jika ada siswa yang tidak mendaftar ulang atau mencari sekolah swasta akan evlauasi kembali.
“Khusus jenjang siswa yang mendaftar SD sudah ada pendaftar 9.800 siswa dari daya tampung hampil 14 ribu. Kalau ada tercecer dan belum sempat mendaftar kami ingatkan agar bisa mendaftar secara manual di sekolah yang masig ada kuotanya,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika