BALIEXPRESS.ID – Jagat maya diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan komika Coki Pardede dan Tretan Muslim menerima baju kaos berlogo ormas Laskar Bali usai tampil di sebuah acara bertajuk Musuh Masyarakat.
Baca Juga: Viral! Coki Pardede dan Tretan Muslim Terima Baju Ormas Bali, Pemuda Pemberi Klarifikasi
Aksi pemberian baju ini memicu perdebatan dan kecaman, terutama dari netizen dan simpatisan ormas yang merasa penggunaan simbol organisasi tersebut tidak pada tempatnya.
Namun, sebuah fakta mengejutkan muncul: baju ormas yang diberikan kepada kedua komika tersebut bukan berasal dari pihak ormas, melainkan merupakan hasil sablon pribadi.
Melalui video klarifikasi yang diunggah di TikTok lewat akun @theywhathey21 dan dibagikan ulang oleh akun @infodenpasarterkini.id, pemuda yang memberikan baju itu menyatakan bahwa baju tersebut dibuat sendiri dengan mencetak logo ormas yang ia temukan di internet, lalu menyablonnya ke kaos hitam polos.
Baca Juga: Anggaran Rp18,5 M Belum Cukup Tangani Semua Jalan Rusak di Bangli, PUPR Siapkan Usulan Tambahan
“Saya mencari logonya di internet, lalu mencetak sendiri di atas kaos hitam. Tidak ada niat menghina atau mempermainkan. Saya hanya bodoh,” ujarnya pada Rabu (9/07/2025).
Pemuda tersebut mengaku tidak mendapatkan kaos tersebut dari anggota ormas Laskar Bali, dan menegaskan bahwa aksinya murni berasal dari inisiatif pribadi tanpa izin atau koordinasi dengan pihak ormas.
“Saya mohon maaf kepada semua pimpinan ormas dan juga anggota ormas. Ini murni kesalahan saya, dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucapnya.
Konten kreator asal Bali, Ary Kakul, turut memberikan klarifikasi karena fotonya sempat muncul dalam video viral tersebut.
Baca Juga: DLH Bangli Kesulitan Tagih Retribusi Sampah, Banyak Rumah Tangga Belum Penuhi Kewajiban
Ia menyatakan bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal pembuatan dan pemberian baju tersebut.
“Pemberian baju yang disablon tersebut tanpa sepengetahuan dan tanpa izin dari saya,” jelas Ary dalam keterangannya.
Sementara klarifikasi dari sang pemuda disambut dengan permintaan maaf dan penyesalan, warganet justru menunjukkan reaksi beragam.
Banyak yang menilai bahwa kasus ini tidak perlu dibesar-besarkan, mengingat tidak ada unsur provokasi atau niat jahat yang terbukti.
“Bise masih lebay ormas ee nah,” tulis akun @theoputrasentana.
“Kaden nak masalah serius, malah nganti telah mebalih video, pesan jangan macem2 jak ormas, karna peliharaan pejabat,” sindir akun @yoga_pradnyana_ig.
Editor : Wiwin Meliana