BALIEXPRESS.ID-Arus lalu lintas di jalur utama Denpasar–Gilimanuk terganggu akibat jebolnya crossdraine yang menyebabkan amblasnya ruas Jalan Nasional Antosari–Megati di KM 38+725.
Baca Juga: Aksi Sosial Maxim Cargo: 50 Paket Makanan Dibagikan untuk Warga Denpasar
Insiden tersebut terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada 21 Juni 2025, yang menyebabkan material sampah menyumbat saluran air (crossdrain), hingga akhirnya konstruksi tidak mampu menahan tekanan air dan jebol.
Dalam unggahan akun Instagram @dpuprpkp_tabanan pada Rabu, 9 Juli 2025.
Menanggapi kejadian tersebut, jajaran @dpuprpkp_Tabanan segera melakukan koordinasi dengan PPK 1.3 Satker PJN Wilayah I Provinsi Bali selaku pihak yang berwenang dalam penanganan jalan nasional.
Baca Juga: TRAGIS! Kecelakaan Maut di Kayubihi Bangli, Truk Rem Blong Tabrak Sejumlah Kendaraan dan Rumah Warga
Pihak PJN Wilayah I langsung turun ke lokasi untuk melakukan perencanaan teknis awal onsite, serta melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan, baik secara daring maupun luring.
Sebagai dasar penanganan cepat, Status Keadaan Darurat Bencana untuk ruas Antosari–Megati Km 38+725 telah ditetapkan pada 25 Juni 2025.
Hal ini memungkinkan dilakukan percepatan langkah pemulihan dan perbaikan konstruksi jalan.
Memasuki tanggal 8 Juli 2025, proses penanganan darurat resmi mulai dilaksanakan.
Baca Juga: Pencurian di Kos Denpasar Terungkap, Pria Asal Lombok Curi HP Vivo Y100
Satker PJN Wilayah I bersama Pemkab Tabanan bekerja sama untuk mempercepat perbaikan agar arus lalu lintas bisa kembali normal secepat mungkin.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk bersabar dan untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif selama masa perbaikan berlangsung.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Penanganan ini memerlukan waktu dan kehati-hatian demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Baca Juga: PLN Kaget! Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Dekat Kabel Laut, Pasokan Listrik Bali Diawasi Ketat
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air. Penyumbatan oleh sampah menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur jalan.
“Mari kita bersinergi untuk menjaga infrastruktur publik dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan infrastruktur tetap dalam kondisi mantap dan berfungsi optimal,” tutup pernyataan dari @dpuprpkp_Tabanan.
Editor : Wiwin Meliana