BALIEXPRESS.ID-Kemacetan parah mulai terasa di berbagai titik di Bali setelah jalur utama Denpasar–Gilimanuk jebol di kawasan depan Pasar Bajera, Selemadeg, Tabanan.
Akibatnya, arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif Singaraja–Denpasar, termasuk melewati daerah perbukitan Gitgit yang terkenal sempit dan berkelok.
Baca Juga: Rayyan Arkan Dikha Resmi Jadi Duta Pariwisata Riau, Pembawa Pacu Jalur ke Dunia
Kondisi ini tak hanya menambah kepadatan lalu lintas, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan, seperti yang terekam dalam video unggahan akun Instagram @punapisingaraja, pada Rabu, 9 Juli 2025.
“Telah terjadi kecelakaan di Jalur Git-git, yang melintas harap selalu berhati-hati nggih,” tulis akun tersebut dikutip Kamis, 10 juli 2025
Dalam video tersebut, tampak kecelakaan di jalur tersebut melibatkan satu unit bus dan truk besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kronologi kejadian maupun korban luka dari insiden tersebut.
Baca Juga: KOCAK! Agung Ketut Rai Diarak Tandu Ogoh-Ogoh Saat Tampil di Gianyar
Banyak warganet menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap peningkatan volume kendaraan besar di jalur Gitgit.
Jalur ini dikenal berliku tajam dan sempit, sehingga rawan kecelakaan, terutama jika dilalui secara bersamaan oleh kendaraan berdimensi besar.
“Pasti liu kr ade insiden, jalur Gitgit bukan untuk kendaraan besar-besar,” tulis akun @mertayasa999.
“Akan banyak insiden di jalur ini nantinya kalau nggak ada yang ngalah. 1 bus kalau nikung banyak makan jalan, apalagi kalau berpapasan dengan truk,” tambah akun @two_brothers182.
Beberapa warganet selaku pengguna jalan juga mengusulkan agar ada pengaturan lalu lintas di tikungan tajam serta penempatan petugas untuk mengatur prioritas laju kendaraan, terutama yang sedang menanjak.
“Setiap tikungan tajam perlu ada polisi yang ngatur kendaraan, lakukan secara bergantian. Prioritas yang nanjak,” saran akun @kesar_cs.
Menghadapi kondisi yang semakin padat dan rawan kecelakaan, warganet lainnya pun memberikan saran jalur alternatif lain yang lebih aman untuk kendaraan besar.
Baca Juga: TRANSPARAN! Gubernur Dedi Mulyadi Beberkan Penggunaan Anggaran Rp31 Triliun untuk Warga Jabar
“Sebaiknya lewat Karangasem, tembus di By Pass IB Mantra. Lewat Gitgit jalurnya sempit banget untuk kendaraan besar seperti ini,” tulis akun @ariafirdaud.
Situasi ini menunjukkan pentingnya evaluasi rute darurat ketika terjadi kerusakan infrastruktur utama.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk mengurangi risiko kecelakaan dan mempercepat proses perbaikan jalur utama Denpasar–Gilimanuk agar mobilitas masyarakat kembali lancar dan aman.
Editor : Wiwin Meliana