BALIEXPRESS.ID - Selama kurun waktu enam bulan sebanyak 9,3 juta kendaraan atau rata-rata 51.993 kendaraan per hari telah melintasi Tol Bali Mandara.
Jumlah ini pun telah melampaui pencapaian di tahun 2024 di periode yang sama yakni Januari-Juni, sebanyak 8,3 juta kendaraan atau 46.018 kendaraan per hari.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) I Ketut Adiputra, Kamis (10/7).
Baca Juga: Berangkat dengan Harapan, Pulang dalam Peti: Putu Mertayasa Korban KMP Tunu Pratama Jaya
Menurut Adi, kenaikan volume lalu lintas sebesar 12 persen ini menjadi sinyal positif terhadap peningkatan aktivitas mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Bali Selatan.
Selain itu, pertumbuhan ini juga mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat dan wisatawan terhadap infrastruktur tol sebagai jalur transportasi yang andal, aman, dan efisien.
“Volume kendaraan yang meningkat menjadi indikasi penting bahwa tol Bali Mandara terus menjadi pilihan utama masyarakat, baik lokal maupun wisatawan, dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di Bali,” ujarnya.
Pihaknya menrinci, volume kendaraan berdasarkan golongan pada Semester I Tahun 2025 adalah, golongan I (kendaraan pribadi, bus kecil, dan sejenis) sebanyak, 5,4 Juta kendaraan.
Golongan II, yaitu truk dua gandar sebanyak, 102 Ribu kendaraan.
Golongan III, yakni truk tiga gandar sejumlah 3,2 Ribu kendaraan.
Baca Juga: Tancap Gas Hadapi 2029, Nasdem Bali Evaluasi dan akan Rebut Kursi yang Hilang
Golongan IV, truk empat gandar, sebanhak 1,4 Ribu kendaraan.
Golongan V, truk lima gandar atau lebih, sebanyak 53 kendaraan.
Terakhir golongan VI yaitu sepeda motor, sebanyak 3,7 Juta kendaraan.
Dominasi kendaraan Golongan I mencerminkan tingginya arus wisatawan yang mengakses destinasi unggulan seperti Nusa Dua, Benoa, dan Bandara Ngurah Rai melalui Jalan Tol Bali Mandara.
Sementara itu, pengguna sepeda motor mencakup sekitar 40 persen dari total lalu lintas menunjukkan, mobilitas masyarakat lokal tetap tinggi.
Hal ini mengindikasikan bahwa Jalan Tol Bali Mandara masih menjadi pilihan utama sebagai rute harian yang cepat dan aman bagi pengguna roda dua.
Tingginya volume kendaraan ini turut dipengaruhi oleh sejumlah periode libur panjang pada semester awal tahun 2025.
Adi menegaskan, pentingnya kolaborasi antara operator tol dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengguna jalan, dalam menciptakan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.
Melihat tren positif ini, PT JBT optimistis Tol Bali Mandara akan terus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami terus berinovasi dalam operasional serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam pelayanan. Kami percaya partisipasi aktif pengguna jalan adalah fondasi utama dalam membangun budaya berlalu lintas yang baik,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga