BALIEXPRESS.ID – Warga Desa Selat, Kecamatan Selat, Karangasem resah. Penyebabnya adalah maraknya aksi pencurian burung kicau.
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat dua kejadian serupa terjadi di wilayah yang hanya terpaut sekitar 200 meter.
Kejadian terbaru berlangsung pada Rabu (9/7) malam, saat seekor burung peliharaan milik salah satu warga hilang dari kandangnya secara misterius.
“Kejadian seperti ini sudah dua kali dalam sebulan. Yang pertama itu korbannya keponakan saya sendiri. Burungnya diambil maling,” ujar Perbekel Desa Selat, I Gusti Ngurah Oka, saat dikonfirmasi Kamis (10/7).
Meski membuat resah, sebagian besar korban tidak melapor secara resmi ke kepolisian. Alasan utamanya, nilai kerugian yang dianggap kecil dan tak sebanding dengan proses pelaporan.
“Tidak ada laporan masuk, tapi kami tetap lakukan penyelidikan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Selat.
Namun, pernyataan berbeda datang dari Kapolsek Selat, AKP Ida Bagus Astawa. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait pencurian burung tersebut.
“Sudah ada beberapa laporan resmi yang kami terima, dan saat ini kasusnya sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Fenomena pencurian burung kicau di Karangasem bukan kali pertama terjadi. Burung peliharaan seperti murai batu, lovebird, dan cucak ijo sering menjadi incaran karena nilai jual yang tinggi di pasaran.
Pihak desa bersama kepolisian kini mengimbau warga agar lebih waspada, terutama dalam hal keamanan kandang dan lingkungan sekitar. (*)
Editor : Nyoman Suarna