BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Puncak Karya Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, bertepatan dengan Purnama Kasa, Kamis (10/7).
Karya agung ini dipuput tiga sulinggih: Ida Pedanda Gede Isana Manuaba (Griya Lebah Abiansemal), Ida Pedanda Ketut Pemaron (Griya Gede Sidemen Munggu), dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri Santa Cita (Griya Jadi Tabanan).
Kegiatan sakral ini dihadiri langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, didampingi Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa karya ini merupakan wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa-Dewi yang berstana di Pura Lingga Bhuwana.
Ia mengajak seluruh ASN Pemkab Badung untuk memaknai karya ini sebagai momentum introspeksi dan pemurnian jiwa dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Melalui karya suci ini, kami memohon tuntunan dan anugerah agar seluruh pemimpin dan perangkat daerah di Badung senantiasa diberikan kekuatan dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Astungkara, Badung menjadi kabupaten yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerta raharja,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Rangkaian karya juga diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Taman Beji, dipuput oleh Ida Pedanda Gede Bukit dari Griya Gede, Desa Selat, Abiansemal. Seluruh kegiatan digelar secara khusyuk dengan melibatkan unsur pimpinan daerah hingga tokoh adat.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti beserta anggota, Sekda Badung IB Surya Suamba, Ketua GOW dan WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, para Kepala OPD, ASN Pemkab Badung, Perbekel dan Bendesa Adat se-Kabupaten Badung
Karya Tawur Balik Sumpah Utama menjadi bukti bahwa Pemkab Badung tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga spiritualitas dan nilai-nilai adat.
Harmoni antara pemerintahan dan kearifan lokal inilah yang terus menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata. (*)
Editor : Nyoman Suarna