BALIEXPRESS.ID - Setelah beberapa bulan absen di pasaran, beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau beras Bulog dipastikan akan kembali disalurkan ke masyarakat.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (BPN) telah merencanakan pendistribusian kembali beras murah ini mulai Juli 2025, dan melibatkan koperasi desa dan kelurahan yang tergabung dalam jaringan Kopdes Merah Putih.
Mengutip informasi dari situs resmi badanpangan.go.id, program SPHP tahun ini menargetkan penyaluran sebanyak 1,3 juta ton beras hingga akhir tahun.
Distribusi akan dibagi ke tiga zona, yaitu Zona I (meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi) sebanyak 857 ribu ton.
Zona II (Sumatera selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan) menerima alokasi 329 ribu ton, dan Zona III (Maluku dan Papua) mendapat jatah 131 ribu ton.
Pemerintah berharap, melalui program ini, harga beras dapat kembali stabil, terutama di daerah dengan tingkat inflasi tinggi.
Baca Juga: Pemkab Badung Bakal Kembangkan Investasi, Adi Arnawa Berencana Bangun Kawasan Wisata Nusa Penida
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan BPN, I Gusti Ketut Astawa, dalam pernyataan yang dimuat di situs resmi BPN pada 17 Juni 2025 menyampaikan bahwa pendistribusian beras SPHP nantinya akan melibatkan jaringan koperasi Kopdes Merah Putih yang saat ini sedang dibentuk serentak di seluruh Indonesia.
"Bayangkan nanti saat 80 ribu koperasi sudah operasional penuh di seluruh Indonesia, pemerintah punya kanal saluran logistik yang mampu menyentuh langsung ke masyarakat. Masyarakat yang memang membutuhkan logistik pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Ini sangat bagus," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Humas Bulog Kantor Wilayah Bali, Lukito Prima Aidin, pada Jumat (11/7) membenarkan bahwa informasi mengenai penyaluran kembali beras SPHP sudah diterima.
Baca Juga: Usai Kecelakaan Maut di Bangklet, Warga dan Relawan Bahu-Membahu Bersihkan Puing
Namun, untuk jadwal resmi penyaluran masih menunggu instruksi lebih lanjut.
"Untuk waktu resminya mohon ditunggu. Karena terkait teknis masih ada pembahasan di divisi terkait. Semoga bisa bulan ini," jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Unit Pasar Badung, AA Wijaya Kusuma, mengungkapkan bahwa pasokan beras SPHP di pasar sejak awal tahun ini sudah kosong.
Baca Juga: Peringati Irwan Mussry, Ahmad Dhani Ancam Buka Bukti Perselingkuhan Maia Estianty
"Dari awal tahun sudah tidak ada sampai sekarang," katanya.
Dengan rencana distribusi ini, masyarakat diharapkan dapat segera kembali mengakses beras SPHP dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus membantu menekan lonjakan harga di pasar.(***)
Editor : Rika Riyanti