BALIEXPRESS.ID – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bali tertinggi tercatat pada jenjang pendidikan diploma ke atas.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan, TPT lulusan perguruan tinggi mencapai 2,91 persen per Februari 2025.
Sebaliknya, tingkat pengangguran terendah justru berasal dari jenjang pendidikan SMP ke bawah, yakni sebesar 0,61 persen.
Baca Juga: Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang, 18 Korban Masih Dicari
Jika dibandingkan dengan periode Agustus 2024, TPT pada Februari 2025 mengalami penurunan untuk lulusan SMP ke bawah dan SMA.
Lulusan SMP ke bawah mencatat penurunan sebesar 0,71 persen, sementara lulusan SMA turun sebesar 0,28 persen.
Namun, peningkatan justru terjadi pada lulusan diploma dan sarjana.
Kondisi ini menandakan bahwa lulusan perguruan tinggi di Bali menjadi kelompok terbesar penyumbang angka pengangguran di daerah.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah merespons fenomena tersebut dengan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.
Upaya yang dilakukan mencakup penyediaan pelatihan siap kerja atau pelatihan vokasi yang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja serta memfasilitasi bursa kerja baik secara daring maupun luring.
“Sedang penjajagan untuk kerjasama Job Fair offline rencananya di bulan Agustus, sedangkan untuk online via siapkerja di Kemnaker dan Instagram Dinas,” jelas Setiawan, Jumat (11/7).
Lebih lanjut, Setiawan menyebutkan bahwa pada kegiatan job fair tersebut, telah terdata lebih dari 2.000 lowongan pekerjaan yang akan ditawarkan oleh puluhan badan usaha yang terlibat.
“Sudah terdata lebih dari 2.000 lapangan kerja, masih memfinalkan tempat berada di 33 badan usaha,” imbuhnya.
Ia berharap, melalui pelaksanaan job fair dan pelatihan vokasi ini, angka pengangguran di Bali dapat ditekan.
“Semoga bisa memberikan solusi awal bagi saudara-saudara kita dalam mengisi peluang kerja yang tersedia baik di Bali, dalam negeri maupun luar negeri,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti