Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Aset Tembus Rp40,41 Triliun, Kinerja Bank BPD Bali Cetak Hasil Positif di Semester I 2025

I Gede Paramasutha • Senin, 14 Juli 2025 | 04:34 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

BALIEXPRESS.ID – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali kembali membuktikan eksistensinya sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Menginjak pertengahan tahun 2025, bank milik masyarakat Bali ini mencatatkan pertumbuhan signifikan di hampir seluruh indikator kinerja utama.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH., mengungkapkan, total aset bank per Juni 2025 tercatat mencapai Rp40,41 triliun. Angka ini naik 8,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang berada di angka Rp37,13 triliun. “Ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap BPD Bali terus meningkat,” ujarnya, Senin (8/7).

Kinerja positif juga tercermin dari perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp33,74 triliun, tumbuh 6,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara penyaluran kredit mengalami lonjakan sebesar 9,73 persen menjadi Rp24,14 triliun, dari sebelumnya Rp22 triliun.

 

 

Sebagian besar portofolio kredit BPD Bali disalurkan ke sektor produktif, terutama pelaku UMKM yang selama ini menjadi pilar perekonomian Bali. Hingga akhir Juni, kredit untuk UMKM tercatat Rp12,17 triliun atau 50,42 persen dari total kredit yang disalurkan. Sedangkan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), realisasi mencapai Rp935,64 miliar dari target Rp1,906 triliun hingga akhir tahun.

Dari sisi profitabilitas, BPD Bali mencatatkan lonjakan laba hingga 17,67 persen yoy. Laba bersih semester I 2025 menembus Rp642,28 miliar, meningkat dari Rp545,85 miliar pada periode yang sama 2024. Fee Based Income juga naik 12 persen menjadi Rp69,91 miliar, dan pendapatan bunga kredit tumbuh 7,37 persen menjadi Rp1,32 triliun.

 

 

Bank juga berhasil menjaga efisiensi dan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) menurun ke angka 0,90 persen, lebih baik dibandingkan 1,32 persen pada Juni 2024. Sementara rasio efisiensi operasional (BOPO) membaik menjadi 61,38 persen dari sebelumnya 65,95 persen. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) juga menguat menjadi 71,55 persen.

Tidak hanya fokus pada bisnis, Bank BPD Bali juga aktif dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) lewat program “Bank Goes to School” yang telah menjangkau 393 sekolah dan menghasilkan pembukaan 3.836 rekening pelajar.

Untuk mendukung sektor pertanian, BPD Bali mengembangkan produk Kredit ALSINTAN (alat dan mesin pertanian). Inisiatif ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan kepada petani, sekaligus mendukung peningkatan indeks inklusi dan literasi keuangan di Bali.

 

 

Sudharma menegaskan bahwa seluruh pencapaian tersebut adalah hasil kerja keras kolektif, baik dari manajemen, karyawan, hingga dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha. Ia pun optimistis bahwa hingga akhir tahun, kinerja bank akan terus melesat seiring upaya digitalisasi, inovasi produk, dan penguatan layanan.

“Ke depan, kami akan terus berbenah dan berinovasi untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Bali. Kinerja ini kami harap menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, BPD Bali juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan digital seperti phishing yang marak belakangan ini. Masyarakat diminta menjaga kerahasiaan data perbankan dan memastikan informasi hanya didapat dari saluran resmi, salah satunya melalui Call Center 1500 844. (ges)

Editor : Iqbal Kurnia
#bank bpd bali #Semester 1 #2025