BALIEXPRESS.ID–Kisah viral pria yang berperilaku aneh usai diduga melempari monyet di kawasan wisata Monkey Forest, Ubud, Bali, kembali menjadi sorotan.
Setelah aksinya menuai kehebohan di media sosial, pria yang disebut-sebut sebagai buruh bangunan itu kini melakukan ritual persembahyangan di Pura Dalem Monkey Forest sebagai bentuk permohonan maaf.
Dalam video terbaru yang dibagikan oleh akun Instagram @seputarbaliterkini, tampak pria tersebut bersama seorang temannya melakukan sembahyang di pura setempat.
Ritual tersebut dipimpin langsung oleh seorang Jro Mangku, pemuka agama Hindu di kawasan tersebut.
Baca Juga: Tulis Buku 'Laku Samudra' Jro Panca ajak Pembaca lakukan Kontemplasi, Kutip dari Beberapa Lontar
Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh video yang menampilkan seorang pria menunjukkan gerak-gerik tak biasa di kawasan Monkey Forest, yang merupakan kawasan konservasi kera sekaligus tempat suci umat Hindu di Bali.
Video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok @jikman dan kemudian dibagikan ulang oleh @infodenpasarterkini.id ini viral pada Minggu, 14 Juli 2025.
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, pria yang mengenakan kaos hitam terlihat dikelilingi oleh beberapa orang.
Baca Juga: Rilis Klip ‘Hidup Mandiri’, Pompi Kisahkan Kegalauan Pejuang Keluarga di Kapal Pesiar
Ia berjongkok, berbicara sendiri (komat-kamit), dan menjulurkan lidah secara berulang, membuat warga dan pengunjung yang berada di lokasi kebingungan sekaligus khawatir.
Unggahan tersebut menyebut bahwa pria itu diduga baru saja melempari monyet-monyet yang hidup bebas di kawasan Monkey Forest.
Tidak lama setelahnya, ia mulai menunjukkan perilaku yang dinilai banyak netizen sebagai “di luar nalar.”
Video tersebut pun memicu berbagai spekulasi dari warganet.
Baca Juga: Pura Banguntapan Yogyakarta: Dibangun sejak 1975, Jadi Simbol Moderasi Beragama
Sebagian mengaitkan kejadian ini dengan unsur mistis karena lokasi kejadian dianggap sakral.
Banyak komentar menyebut bahwa pria tersebut mungkin mengalami “kualat” setelah mengganggu hewan yang dianggap suci.
Editor : Wiwin Meliana