Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buntut Pengeroyokan dan Pemerasan di Jimbaran, WNA Rusia Duga Oknum Imigrasi Jual Data Pribadinya ke Pihak Asing

Nyoman Suarna • Selasa, 15 Juli 2025 | 23:38 WIB
PERIKSA: Bule Rusia korban pengeroyokan, RSM, 42,  menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit.
PERIKSA: Bule Rusia korban pengeroyokan, RSM, 42, menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit.

BALIEXPRESS.ID – Kasus dugaan pengeroyokan dan pemerasan terhadap WNA Rusia di Bali menggegerkan publik.

Peristiwa yang dialami pria Rusia berinisial RSM (42) ini diduga melibatkan dua pria bertopeng asal Ukraina dan dua oknum berseragam Imigrasi.

Insiden mencekam itu terjadi di kediaman korban di kawasan Jimbaran, Badung, pada Rabu malam, 9 Juli 2025, sekitar pukul 23.00 WITA.

RSM mengklaim dirinya diserang dan diperas secara brutal oleh empat orang tak dikenal, dua di antaranya mengenakan seragam petugas Imigrasi.

Menurut keterangan RSM yang tertuang dalam laporan polisi, para pelaku masuk secara paksa ke rumahnya.

Ia menduga data pribadinya telah disalahgunakan oleh oknum Imigrasi dan dijual kepada pihak asing.

“Imigrasi Bali menjual dataku kepada bandit Ukraina. Mereka datang ke rumah dengan membawa dua pria bertopeng. Mereka tahu persis alamatku,” ujar RSM dalam pengaduannya kepada aparat.

Dalam kejadian tersebut, korban mengaku dianiaya secara brutal dan dipaksa membayar USD 150 ribu (sekitar Rp 2,4 miliar). Karena tak merespons, ia dikeroyok hingga tak berdaya dan nyaris kehilangan nyawa.

“Saya tidak mengerti. Mengapa Bali sekarang menjadi tempat yang sangat berbahaya bagi orang asing?” ungkapnya dengan suara bergetar saat memberi keterangan.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, SIK, membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan meminta korban melengkapi bukti-bukti, seperti saksi, dokumen luka medis, dan rekaman wajah serta tubuh yang mengalami kekerasan.

“Petugas sudah arahkan korban untuk membuat laporan resmi lengkap dengan bukti pendukung,” ujar Ariasandy, Selasa (15/7).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Daerah Bali maupun Kantor Imigrasi Ngurah Rai terkait dugaan keterlibatan oknum. Saat dikonfirmasi, Kepala Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, enggan memberikan tanggapan lebih lanjut.

“Untuk sementara kami belum mendapat informasi tersebut,” jawabnya singkat.

RSM, yang mengaku sebagai investor legal dan telah membayar pajak sesuai aturan, kini meminta perlindungan hukum kepada aparat keamanan Indonesia.

Ia menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh atas dugaan keterlibatan oknum dalam kasus ini.

“Tolong tangkap para pelaku, baik bandit Ukraina maupun oknum yang menyalahgunakan jabatannya. Saya minta keadilan,” pinta RSM kepada polisi.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan Warga Negara Asing (WNA) di Bali, khususnya terkait keamanan pribadi dan potensi kebocoran data oleh institusi negara.

Jika terbukti, insiden ini bisa merusak citra Bali sebagai destinasi pariwisata dan investasi internasional. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Rusia #pengeroyokan #bule #imigrasi #ukraina #jimbaran