Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Neka Art Museum Kembali Gelar Pameran untuk Kenang Maestro Seni Arie Smit

I Wayan Ananda Mustika Putra • Kamis, 17 Juli 2025 | 13:26 WIB

 

Dr.P.M Kardi Suteja saat melakukan jumpa pers terkait pameran Poetic LightArt of Arie Smit di Neka Art Museum, Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Gianyar Rabu (16/7/2025).
Dr.P.M Kardi Suteja saat melakukan jumpa pers terkait pameran Poetic LightArt of Arie Smit di Neka Art Museum, Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Gianyar Rabu (16/7/2025).

BALIEXPRESS.ID– “Maestro of Poetic Realism”. Pameran ini akan dibuka secara resmi oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia pada Jumat (19/7/2025), bertempat di Neka Art Museum, Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Pameran ini merupakan bagian dari trilogi pameran penghormatan untuk Arie Smit.

Sebelumnya, rangkaian pameran dimulai dengan karya para seniman muda atau young artists, sebagian besar berasal dari kawasan Penestanan, yang merupakan hasil binaan langsung Arie Smit semasa hidupnya.

Tahap kedua menampilkan perjalanan hidup dan seni Arie Smit dalam bentuk karikatur yang kini telah diabadikan di ruang khusus bernama House of Arie Smit di kawasan museum yang sama.

Kini, bagian ketiga hadir untuk menghidupkan kembali semangat sang maestro lewat cahaya dan warna yang menjadi ciri khas aliran poetic realism yang ia usung.

dr.P.M Kardi Suteja, menghadirkan kurator Agus Darmawan, yang juga dikenal sebagai penulis dan penerima penghargaan dari Kompas, menyebut pameran ini sebagai bentuk penghormatan terhadap jejak historis Arie Smit.

“Arie Smit bukan hanya pelukis, ia adalah penggerak seni, pembina, dan pencetak generasi. Warisannya tak hanya terpatri di kanvas, tapi juga di hati masyarakat Bali,” ujar Dr.P.M Kardi Suteja, Rabu (16/7/2025).

Pameran ini terbuka untuk umum dan menjadi ajakan bagi para pecinta seni untuk mengenal lebih dekat sosok Arie Smit, pelukis kelahiran Belanda yang akhirnya menjadi WNI dan ber-KTP Bali. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#ubud #Museum Neka #gianyar #maestro seni