Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

MIRIS! Puluhan Sekolah Kekurangan Siswa, SD di Nusa Penida Hanya Dapat 1 Pendaftar

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 18 Juli 2025 | 20:57 WIB
Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Wayan Sarjana
Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Wayan Sarjana

BALIEXPRESS.ID – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Klungkung menyisakan sejumlah persoalan.

Salah satunya adalah minimnya jumlah siswa yang mendaftar di beberapa sekolah, khususnya di wilayah Kecamatan Banjarangkan dan Nusa Penida. Bahkan, SD Negeri 4 Batukandik di Nusa Penida tercatat hanya menerima satu siswa baru.

Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Wayan Sarjana, mengungkapkan bahwa proses pendaftaran ulang SPMB jenjang TK, SD, dan SMP kini tengah berlangsung. Namun, dari data yang dihimpun, banyak sekolah negeri yang tidak memenuhi kuota siswa sesuai kapasitas yang tersedia.

“Hanya SMP Negeri 1 Semarapura yang daya tampungnya terpenuhi. Sekolah lainnya masih kekurangan siswa,” ujarnya.

Untuk jenjang SD, setidaknya ada 12 sekolah yang jumlah siswanya sangat minim. Di Kecamatan Banjarangkan, SD Negeri 2 Bakas hanya menerima dua siswa, dan SD Negeri 2 Tohpati empat siswa. Sementara di Kecamatan Nusa Penida, SD Negeri 6 Ped hanya mendapat dua pendaftar, dan SD Negeri 4 Batukandik paling minim dengan hanya satu siswa.

Meski jumlah siswa sangat sedikit, Sarjana menegaskan proses pembelajaran tetap harus berjalan. “Walau hanya satu siswa, guru tetap harus mengajar. Namun dari sisi efisiensi sumber daya manusia, tentu menjadi tidak ideal,” katanya.

Minimnya jumlah pendaftar ini, kata Sarjana, lebih disebabkan oleh rendahnya jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut. Menyikapi kondisi ini, Disdikpora Klungkung tengah mempertimbangkan opsi regrouping atau penggabungan beberapa sekolah.

“Rencana regrouping masih dalam tahap kajian dan belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Langkah tersebut diharapkan bisa mengoptimalkan sumber daya sekolah, sekaligus menjaga kualitas layanan pendidikan, terutama di wilayah dengan sebaran penduduk yang rendah. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#dinas pendidikan #minim #sekolah #siswa #pendaftar #nusa penida #spmb