Pria kelahiran Bungkulan, 19 Januari 1980 ini, kini dipercaya sebagai Kepala SMA Negeri 2 Tejakula. Tapi perjalanan kariernya tidak instan. Benny mengawalinya dari nol, sebagai guru bantu di SMPN 3 Kubutambahan.
Benny mulai mengajar sejak 2003. Dua tahun kemudian, ia resmi diangkat sebagai PNS dan mengabdi di SMKN 1 Singaraja. Selama hampir dua dekade di sana, ia membangun reputasi sebagai guru matematika yang kreatif. Tidak heran, berbagai penghargaan mulai berdatangan.
Pendidikan formalnya pun linier. Mulai dari jenjang S1 dan S2 di bidang Pendidikan Matematika di IKIP Negeri Singaraja yang kini dikenal sebagai Undiksha.
Benny percaya bahwa matematika bukan sekadar hitung-hitungan, tapi bisa jadi alat untuk membentuk cara berpikir logis dan solutif.
Kini, sebagai kepala sekolah, Benny tidak hanya mengatur administrasi. Ia juga aktif membimbing guru, menjadi narasumber tingkat nasional, dan mendorong inovasi pembelajaran.
Karir akademiknya kian moncer. Benny bahkan sudah memiliki sertifikasi sebagai Narasumber Nasional Pembelajaran Mendalam, dan juga dikenal sebagai penggerak praktik baik di kalangan pendidik.
Di luar kelas, Benny dikenal produktif menulis. Ia sudah menerbitkan buku berjudul The Power of ABCD dan Bianglala, dua karya yang berangkat dari refleksi dan pengalamannya di dunia pendidikan. Baginya, menulis adalah cara untuk berbagi, bukan pamer ilmu.
Selama kariernya, Benny telah mengoleksi segudang prestasi. Ia pernah meraih Juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Guru Matematika tahun 2013, lalu menjadi Guru Berprestasi tingkat Kabupaten dan Provinsi Bali di tahun yang sama. Bahkan, ia masuk finalis nasional sebagai Guru Berprestasi.
Tahun 2015, Benny menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Sebuah pengakuan atas dedikasinya dalam dunia pendidikan.
Tak berhenti di situ, Benny juga dinobatkan sebagai Kepala SMA Inspiratif oleh Kemendikbudristek pada 2022.
Tahun-tahun berikutnya makin memperkuat namanya. Ia jadi Juara 1 Lomba Artikel Ilmiah tingkat Provinsi Bali dan Best Presenter dalam Temu Ilmiah Nasional Guru.
Tahun 2023, ia kembali menerima penghargaan sebagai Kepala Sekolah Inspiratif tingkat nasional dari AKSI.
Terbaru, tahun 2024, ia dinobatkan sebagai Penyaji Terbaik dalam forum ilmiah guru tingkat nasional. Semua prestasi itu membuktikan satu hal: Benny tak pernah berhenti belajar, meski sudah jadi kepala sekolah.
Di balik segala kesibukannya, Benny juga aktif sebagai pengurus PGRI Kabupaten Buleleng. Ia tak segan berbagi ilmu, baik di forum formal maupun obrolan santai antar guru.
Benny menyebut, tantangan menjadi kepala sekolah di SMAN 2 Tejakula sangatlah besar. Selain berada agak di pedalaman, ia harus menggali potensi anak didiknya dalam berbagai bidang.
“Kalau kami menjadikan acuan sekolah-sekolah besar di Singaraja tentu sangat berat. Namun, kami memulai dari hal-hal sederhana, seperti mengelola sampah menjadi hasil kerajinan yang bernilai ekonomis, termasuk mengajari membuat dodol, buat konten dan lain-lain,” ujarnya.
Bahkan, ia sempat berkelakar jika saat ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMAN 2 Tejakula, dirinya berusaha menelusuri sekolah itu via Internet.
“Nah Syukur ada guru disana yang memang sempat memposting sekolah itu. Saya belajar darisana bagaimana proses branding sekolah agar semakin dikenal. Tentu harus mendalami proses digital branding juga,” paparnya.
Kini, di SMA Negeri 2 Tejakula, ia terus mendorong semangat kolaborasi dan pembelajaran yang menyenangkan. Visi utamanya jelas: sekolah harus jadi tempat yang aman untuk tumbuh, baik bagi guru maupun siswa. (dik)
Editor : I Putu Mardika