Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BWS Bali-Penida Kaji Usulan Penambahan Breakwater dan Revetment di Pantai Kuta

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 20 Juli 2025 | 22:27 WIB

PEMBANGUNAN: Proses pembangunan breakwater di Pantai Kuta, yang saat ini sedang dikerjakan BWS Bali-Penida.
PEMBANGUNAN: Proses pembangunan breakwater di Pantai Kuta, yang saat ini sedang dikerjakan BWS Bali-Penida.

BALIEXPRESS.ID - Desa Adat Kuta sempat mengajukan penambahan dua revetment dan breakwater untuk mengatasi abrasi.

Penambahan ini pun di luar rancangan awal dari pembangunan di Pantai Kuta.

Namun Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida akan tetap mengkaji usulan tersebut.

Baca Juga: Terlibat Keributan di Bar Kawasan Nusa Penida, Tiga WNA dan Dua WNI Diamankan, Begini Endingnya

Usulan dari masyarakat ini diluar dari rancangan BWS Bali-Penida saat ini.

Dalam pembangunannya saat ini ada empat breakwater dan satu modifikasi breakwater.

Proyek yang sedang berlangsung ini diharapkan dapat mengatasi abrasi di Pantai Kuta.

Baca Juga: 7 Warga Diamankan, Diduga Lakukan Pelecehan Anak di Bawah Umur: Tokoh Agama dan Pemuda Turun Tangan

Selain pembangunan breakwater juga akan dilakukan penambahan pasir.

PPK Sungai Pantai I, BWS Bali-Penida, Bambang Kardono mengatakan, usulan tersebut saat ini sedang dilakukan kajian.

Pihaknya pun mengaku sedang dilakukan desain ulang terkait usulan dari masyarakat.

Baca Juga: Dorong Hubungan Industrial Harmonis, Bank BPD Bali Apresiasi Terbentuknya Federasi SP BPD SI

“Kemarin kami minta konsultannya untuk mendesain terkait permintaan masyarakat. Saat ini ini masih di kaji terlebih dahulu,” ujar Bambang, saat dihubungi Minggu (20/7).

Pihaknya menyebutkan, kajian ini berupa gambar desain serta dana yang akan digunakan.

Sebab dari penataan yang sedang dikerjakan belum masuk dalam penganggaran.

“Dananya sudah terkunci soalnya. Dananya bantuan dari Jepang, kami lihat dulu budgetnya,” ungkapnya.

Bambang mengaku, penambahan dua breakwater dan revetment ini juga harus di pertimbangkan dampaknya.

Sebab pembangunan di Pantai Kuta diharapkan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perkembangan pariwisata.

“Kita harus lihat permasalahan yang akan timbul, masih banyak pertimbangan. Ini juga masih mempelajari karakter ombak,” paparnya.

Bambang pun menerangkan, pembangunan breakwater ini didanai melalui kerjasama dengan Jepang.

Untuk progresnya kini telah hampir 4 persen dari taget rampung selama dua tahun.

“Sudah sesuai jadwal, progresnya hampir 4 persen di bulan ini. Targetnya dua tahun,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#abrasi #pantai kuta #breakwater #revetment #BWS