BALIEXPRESS.ID – Fenomena meningkatnya jumlah anak muda Bali yang memilih bekerja ke luar negeri menjadi sorotan publik.
“Sederhananya begini, hidup ini adalah pilihan, pilihan kita menentukan. Itu sederhananya. Jadi kami mendukung sepenuhnya, kalau memang ada anak anak muda kita di Bali ini untuk mencari pengalaman dan seterusnya mencari juga utpeti yang lebih banyak di luar negeri,” ujar Giri Prasta saat diwawancara di Kantor Gubernur Bali, Senin (21/7).
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali juga telah melakukan koordinasi dengan KBRI agar pekerja migran asal Bali bisa terdata dan tidak berangkat secara ilegal.
“Kalau kita, Pemerintah Provinsi Bali, sudah berkoordinasi juga paling tidak dengan KBRI. Saya minta nanti yang keluar negeri ini harus terdata. Jangan sampai ilegal. Sehingga mencari pengalaman dan seterusnya, dan semoga nanti ketika pulang ke Bali pun, kita akan menggunakan tenaganya untuk kepentingan adat, agama, tradisi, dan budaya termasuk dari pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Giri Prasta menyatakan tak mempermasalahkan jika generasi muda Bali memilih mencari nafkah di luar negeri.
“Oh iya, tidak ada masalah. Di situ pengalamannya lebih bagus. Kalau dia memang berhasil di situ, nanti kembali ke Bali bisa jadi manajer,” katanya.
Saat ditanya apakah fenomena tersebut bisa mengancam kelestarian adat dan budaya Bali, Giri menekankan bahwa menjaga warisan leluhur adalah tanggung jawab kolektif, baik yang tinggal di Bali maupun yang sedang merantau.
“Saya kira tanggung jawab, misalkan saya punya anak satu, dan saya sama istri di rumah, kalaupun anak saya kerja untuk mencari pengalaman, untuk mencari hidup dalam kehidupan apalagi isi perutnya, kita dukung sepenuhnya. Kita sebagai warga Bali, siapapun itu, berbanyak sedikit apapun itu, kita harus menjaga adat, agama, tradisi, dan budaya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa adat Bali harus tetap dijaga dan tidak boleh diganggu oleh siapa pun, di mana pun warga Bali berada.
“Itu sudah ikhtiar daripada agama tirta yang leluhur kita sudah wariskan. Maka adat ini harus kita kuatkan. Tidak boleh adat yang di Bali ini diganggu oleh siapapun,” tegas Giri Prasta.(***)