Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ternyata Permen Sajen Bali Dibuat di Kebumen, Disuplai ke Tiga Wilayah Besar di Bali

Wiwin Meliana • Kamis, 24 Juli 2025 | 13:56 WIB

Pembuatan permen sajen Bali di Kabupaten Kebumen
Pembuatan permen sajen Bali di Kabupaten Kebumen

BALIEXPRESS.ID– Siapa sangka, di balik megahnya upacara adat umat Hindu di Bali, terdapat peran penting dari sebuah desa kecil di Jawa Tengah.

 Permen sajen, yang menjadi elemen tak terpisahkan dari sesaji dalam berbagai ritual keagamaan di Pulau Dewata, ternyata diproduksi di Desa Purwosari, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-55, Astra Motor Salurkan 550 Kantong Darah di 12 Wilayah Indonesia

Adalah Anwar Mustofa, pria asal Kebumen, yang menjadi sosok di balik usaha unik ini.

Melalui perusahaannya, CV Bina Usaha Bersama, Anwar memproduksi dan mengemas permen dengan label “Mahar Dewa Agung – Permen Sajen Banten”.

Permen tersebut bukanlah untuk dikonsumsi, melainkan untuk keperluan persembahan dalam upacara-upacara keagamaan Hindu seperti Galungan, Kuningan, hingga Nyepi.

“Permennya memang dibuat khusus untuk sajen, bukan untuk dimakan. Sekali kirim bisa sampai 7 ton,” ujar Anwar dikutip dari Kebumen24.com, Kamis (24/07/2025).

Baca Juga: IKE Menyesal Usai Tusuk Remaja di Karangasem, Terungkap Alasan Bawa Pisau ke Warung

Permen sajen ini dikirim secara rutin setiap bulan ke berbagai wilayah di Bali, seperti Denpasar, Gianyar, dan Karangasem.

 Menjelang hari-hari besar keagamaan, lonjakan permintaan bahkan bisa mencapai 9 ton per pengiriman, termasuk kebutuhan sesaji lain seperti janur, gula, dan beras.

Yang menarik, bahan baku utama permen tersebut berasal dari produk permen reject atau tidak layak edar yang didatangkan dari Jakarta.

 Alih-alih dibuang, Anwar melihat peluang untuk memanfaatkannya kembali sebagai bagian dari praktik spiritual yang penuh makna. Sebagian kecil bahkan digunakan sebagai bahan molase dalam sektor peternakan.

Usaha ini baru dimulai pada Mei 2025, namun telah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar.

Baca Juga: Dua Orang Luka Bakar, si Jago Merah Mengamuk di Dua Titik di Karangasem dalam Sehari

Saat ini, sekitar 20 pekerja lokal terlibat dalam proses produksi dan pengemasan permen sajen di bengkel kerja rumahan milik Anwar.

“Kami senang bisa ikut menjaga tradisi masyarakat Hindu di Bali, walaupun kami dari Jawa Tengah. Ini juga membuka peluang kerja bagi warga di sini,” tuturnya.

Kisah Anwar Mustofa menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya bisa datang dari tempat yang tak terduga. Dari desa kecil di Kebumen, lahir kontribusi besar yang mendukung keberlangsungan spiritualitas dan tradisi luhur di Bali.

Editor : Wiwin Meliana
#bali #sajen #permen #kebumen