BALIEXPRESS.ID– Seorang pria bernama Joko Susilo (38), asal Palembang dan berprofesi sebagai pengamen, mengalami luka serius di tangan kiri setelah diduga melukai dirinya sendiri dengan sebilah parang dalam kondisi mabuk.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (24/07/2025) sekitar pukul 16.15 WITA di Jalan Glogor Carik, Gang Leli No. 92, Pemogan, Denpasar Selatan.
Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, S.IK., MH., dalam keterangannya membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama M. Surya Mualik Cahya (27), penghuni kos di lokasi kejadian.
“Saksi mendengar suara ribut di luar kamar, lalu menemukan korban sudah dalam keadaan berlumuran darah dengan luka parah di tangan kiri,” ujar AKP Agus.
Baca Juga: Heboh Pria Bersimbah Darah di Taman Pancing, Bukan Korban Pembacokan
Setelah melihat kondisi korban, saksi langsung membawa korban ke klinik terdekat.
Namun, karena luka cukup serius, pihak klinik menolak dan menyarankan korban segera dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban sempat terjatuh di Jalan Taman Pancing Barat, sebelum akhirnya berhasil dibawa ke UGD RSUP Prof. Ngoerah dengan bantuan warga sekitar.
Dari keterangan saksi lain, Irma Jesika Putri (21), diketahui bahwa korban datang dalam keadaan mabuk dan mengambil sebilah parang dari kamar temannya.
Baca Juga: TK Desa di Bangli Terkendala SDM dan Sarana, Proses Alih Status Jadi Negeri Terhambat Aset
“Tanpa bicara apa-apa, korban langsung menebaskan parang ke tangan kirinya sendiri. Setelah itu dia sempat minta kain untuk membalut luka,” jelas Irma.
Pihak RSUP Prof. Ngoerah menyampaikan bahwa korban mengalami luka terbuka cukup dalam pada pembuluh arteri di tangan kiri.
Saat ini, korban masih dalam kondisi sadar namun belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan intensif.
Pihak kepolisian juga mencatat bahwa istri korban saat ini berada di Yogyakarta. Tindakan kepolisian yang telah dilakukan meliputi olah TKP, pemeriksaan korban di rumah sakit, dokumentasi kejadian serta pengamanan barang bukti.
Baca Juga: Pemkab Jembrana Gelar Upcara Mulang Pakelem di Selat Bali Pasca-Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya
Motif korban melakukan aksi melukai diri sendiri masih dalam proses penyelidikan mengingat korban belum dapat diperiksa.
Editor : Wiwin Meliana