BALIEXPRESS.ID – Raut kesedihan tak bisa disembunyikan dari wajah Ni Komang Wiardani saat mengikuti upacara Mulang Pakelem di Selat Bali, Jumat (25/7/2025).
Ia datang bukan sekadar sebagai bagian dari masyarakat adat, melainkan membawa harapan besar yakni sang suami, I Komang Surata,56, segera ditemukan.
I Komang Surata merupakan salah satu korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada 2 Juli lalu.
Hingga kini, sopir truk semen asal Lingkungan Menega, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana itu belum ditemukan.
Wiardani tampak didampingi iparnya. Di tengah khusyuknya upacara, ia tak kuasa menahan tangis.
“Kami tetap berharap suami ditemukan, meskipun sudah menjadi jasad. Yang penting kami tahu pasti, apakah benar-benar selamat atau tidak,” ucapnya lirih.
Wiardani mengatakan pihak keluarga telah melakukan berbagai upaya.
Mulai dari pencarian secara mandiri, doa bersama keluarga dan tetangga, hingga berbagai prosesi adat.
Bahkan, keluarga juga telah melaksanakan upacara pengabenan pada 19 Juli lalu, meskipun tanpa jasad.
“Segala upaya sudah kami lakukan. Sembahyang sudah, menjemput pakai upacara, termasuk bleganjur juga sudah. Harapannya tetap sama, jasad ditemukan,” imbuhnya.
Tak hanya kehilangan suami, Wiardani juga harus menelan pil pahit lainnya.
Kakak korban turut meninggal dunia akibat syok setelah mendengar kabar tenggelamnya Surata.
Kedua upacara pengabenan pun dilangsungkan bersamaan. Kini, Wiardani hanya bisa berharap agar tragedi serupa tak terulang.
Anak pertamanya juga berprofesi sebagai sopir truk dengan rute lintas Jawa-Bali. “Rasa was-was itu selalu ada,” tuturnya.
Di sisi lain, Wiardani juga mengeluhkan belum ada kejelasan soal hasil tes DNA maupun santunan dari pihak terkait.
“Sampai hari ini belum dapat bantuan apa pun, termasuk dari Jasa Raharja. Janji ada asuransi, tapi belum ada kabar,” tegasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan