BALIEXPRESS.ID– Selebgram ternama Karin Novilda Sulaiman, yang dikenal luas dengan nama @awkarin, kembali mencuri perhatian warganet usai membagikan video kondisi memprihatinkan di area camp Gunung Agung, Karangasem yang dipenuhi sampah.
Baca Juga: Tangis Wiardani Pecah saat Upacara Mulang Pakelem di Selat Bali, Masih Menanti Kepastian Nasib Suami
Dalam unggahan video berdurasi singkat yang dibagikan melalui akun media sosialnya dan kemudian disebarluaskan oleh akun Instagram @denpasar.viral, Awkarin tampak baru saja tiba di area camp Gunung Agung bersama sejumlah temannya.
Namun, alih-alih menikmati keindahan alam, ia justru dibuat kecewa dengan pemandangan sampah berserakan di lokasi tersebut.
“Tadi gue udah sampai di camp area, tapi lihat camp areanya… jadi mager gak?” ungkapnya sambil memperlihatkan kondisi sekitar yang dipenuhi plastik dan sampah lainnya, dikutip pada Sabtu (26/07/2025).
Tak hanya di area camp, Awkarin juga menyebut bahwa sepanjang jalur pendakian tampak banyak sampah yang ditinggalkan oleh para pendaki sebelumnya.
Ia pun menyampaikan pesan tegas namun tetap dengan nada berseloroh kepada para pendaki agar tidak bersikap ‘kampungan’.
“Ayolah gais, naik gunung jangan kampungan. Cukup tinggalkan jejak dan kenangan bersama mantan,” ujarnya.
Unggahan ini langsung menuai perhatian dan komentar dari warganet.
Banyak yang mendukung pernyataan Awkarin dan mengecam perilaku tak bertanggung jawab para pendaki yang meninggalkan sampah di kawasan gunung suci tersebut.
Baca Juga: Rem Mendadak di Jembatan Tabanan, Pria 63 Tahun Tersangkut di Jurang
Beberapa komentar menegaskan pentingnya menjaga alam sebagai bentuk cinta dan penghormatan terhadap tempat yang didatangi.
“Pahit tapi fakta, sekitar tahun 2015an turun dari Agung bawa 2 trash bag penuh ke bawah,” tulis warganet.
“Emang apasih susahnyataruh di tas lagi? naiknya bisa bawa masa pas turun nggak bisa? Situ beneran pecinta alam atau penikmat doang?” imbuh warganet lainnya.
Fenomena gunung kotor akibat ulah pendaki bukanlah hal baru, namun suara dari figur publik seperti Awkarin diharapkan dapat membuka mata banyak orang agar lebih sadar akan pentingnya etika saat mendaki.
Editor : Wiwin Meliana