BALIEXPRESS.ID - Aktivitas sejumlah nelayan di Kabupaten Karangasem terhenti dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat seperti angin kencang dan gelombang tinggi membuat para nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Di Desa Seraya, salah satu nelayan, I Wayan Kerti, mengaku telah tiga hari tidak melaut. Ia menyebutkan bahwa ombak di tengah laut sangat tinggi dan disertai tiupan angin yang kuat. “Untuk sementara saya berhenti melaut dulu. Sekarang fokus mencari pakan ternak saja karena saya juga memelihara sapi,” ujarnya, Senin (29/7/2025).
Hal serupa juga dialami oleh Malonk, nelayan asal Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu. Ia mengatakan lebih memilih tetap di rumah karena kondisi laut yang tidak aman. “Angin kencang sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Saya lebih baik tidak mengambil risiko,” ucapnya.
Perbekel Desa Seraya Timur, I Made Pertu, membenarkan bahwa kondisi gelombang tinggi di wilayah pesisir juga berdampak pada aktivitas para nelayan. Ia mengimbau warga, khususnya nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami sarankan untuk menunda melaut jika kondisi gelombang masih tinggi. Ini merupakan fenomena tahunan, jadi kemungkinan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan,” jelasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana