Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PLN Catat 43 Gangguan Listrik Akibat Layang-Layang, Lebih Banyak dari Sepanjang 2024

Rika Riyanti • Rabu, 30 Juli 2025 | 04:56 WIB

GANGGUAN: PLN Catat 43 Gangguan Listrik Akibat Layang-Layang, Lebih Banyak dari Sepanjang 2024
GANGGUAN: PLN Catat 43 Gangguan Listrik Akibat Layang-Layang, Lebih Banyak dari Sepanjang 2024

 

 

BALIEXPRESS.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat sebanyak 43 kali gangguan jaringan listrik sepanjang Januari hingga Juli 2025, yang disebabkan oleh layang-layang tersangkut di jaringan listrik. Angka ini melampaui total gangguan serupa sepanjang tahun 2024 yang mencapai 41 kali.

Lonjakan jumlah gangguan ini menjadi perhatian serius PLN, yang kembali mengimbau masyarakat Bali—baik anak-anak maupun orang dewasa yang hobi melayangan—untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan aktivitas budaya tersebut.

“Gangguan akibat layang-layang bukan hanya mengganggu pelayanan listrik, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujar General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, dalam keterangan resmi di Denpasar, Selasa (29/7).

Baca Juga: Astra Motor Berkolaborasi dengan Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards dalam Pengolahan Sampah Botol Plastik

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjaga diri dari bahaya listrik, tetapi juga ikut menjaga pasokan listrik agar tetap aman dan andal. Budaya melayangan penting, namun keselamatan lebih utama,” lanjutnya.

PLN menyoroti tiga aspek penting dalam bermain layang-layang dengan aman. Pertama, bermain di area terbuka yang jauh dari jaringan listrik PLN.

Kedua, menghindari penggunaan benang logam atau benang gelasan yang bisa menghantarkan listrik.

Baca Juga: RUU Penyiaran Dibahas DPR, Soroti Penyelamatan Ekosistem Media di Era Digital

Ketiga, tidak meninggalkan layangan menginap di udara karena berisiko tersangkut dan memicu korsleting jaringan.

Gangguan yang ditimbulkan layangan tidak sekadar menyebabkan pemadaman di rumah-rumah warga, tetapi juga berdampak pada layanan vital seperti rumah sakit, sekolah, serta berbagai fasilitas publik lainnya.

Bahkan dalam beberapa kasus, gangguan pada kabel listrik akibat layangan bisa memicu kecelakaan serius karena sengatan listrik.

“Bali memiliki tradisi melayangan yang mengakar kuat. Tapi kami mengajak semua pihak—baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa—untuk melestarikan budaya ini dengan cara yang aman. Mari kita jaga bersama keselamatan dan keberlangsungan layanan listrik di Pulau Dewata,” tambah Eric.

Sebagai bentuk upaya pencegahan, PLN terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari komunitas pecinta layangan, sekolah-sekolah, hingga perangkat desa.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keselamatan dalam menjalankan tradisi budaya.

Baca Juga: Motor Warga Kintamani Dicuri di Halaman Rumah, Jadi Kasus Kelima di Bangli Bulan Ini

PLN berharap, melalui kolaborasi erat antara masyarakat, tokoh adat, dan pemangku kepentingan lainnya, tradisi melayangan di Bali tetap bisa dilestarikan tanpa mengorbankan keselamatan dan keandalan pasokan listrik bagi seluruh warga.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #layangan #PT PLN #gangguan