Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

26 Desa di Bangli Belum Cairkan Dana Desa Tahap II, Pemkab Ingatkan Dampaknya  

I Made Mertawan • Rabu, 30 Juli 2025 | 16:05 WIB

 

Ilustrasi dana desa
Ilustrasi dana desa

BALIEXPRESS.ID- Sebanyak 26 desa di Kabupaten Bangli, Bali, belum mencairkan dana desa (DD) tahap II yang dianggarkan oleh pemerintah pusat.

Kondisi ini terjadi karena beberapa persyaratan pencairan belum dapat dipenuhi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangli, I Dewa Agung Putu Purnama pada Selasa (29/7/2025).

Purnama mendorong agar semua desa segera melengkapi persyaratan agar dana desa tahap kedua bisa segera dicairkan.

Jika pencairan terlalu lama, maka akan berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan di desa.

Dari total 68 desa di Bangli, baru 42 desa yang telah mencairkan dana tersebut.

“Pasti kami dorong, berikan pendampingan supaya semua desa segera mencairkan dana tersebut,” jelas Purnama.

Seperti diketahui, pencairan dana desa dilakukan dalam dua tahap.

Pencairan tahap II sebenarnya sudah bisa dimulai Mei lalu, namun hingga akhir Juli ini, 26 desa belum bisa mencairkan karena belum memenuhi syarat.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Komang Agus Hariwibawa, menjelaskan bahwa ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Salah satunya, realisasi dana desa tahap pertama minimal harus sudah mencapai 60 persen.

Selain itu, setiap desa juga wajib membentuk Koperasi Merah Putih.

“Untuk tahap kedua ada tambahan persyaratan dari sebelumnya, yaitu pendirian Koperasi Merah Putih,” tegasnya.

Proses pendirian koperasi membutuhkan waktu dan tahapan yang tidak singkat.

Hal ini berdampak pada keterlambatan penyerapan dana desa, sehingga realisasi kurang dari 60 persen.

Apa dampaknya jika pencairan tahap dua terus tertunda? Hariwibawa menegaskan, hal itu bisa mengganggu pelaksanaan berbagai kegiatan rutin dan mendasar yang bersumber dari dana desa.

Ia mencontohkan Posyandu dan pendidikan PAUD yang biayanya dari dana desa.

“Kami targetkan Agustus sudah clear, semua desa sudah mencairkan dana desa tahap dua,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Koperasi Merah Putih #bangli #dana desa