Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rhinitis Alergi: Gangguan Hidung yang Sering Diabaikan

Iqbal Kurnia • Rabu, 30 Juli 2025 | 20:58 WIB
Dr.Putu Rinawati Jayanti,M.Biomed,Sp.T.H.T.B.K.L
Dr.Putu Rinawati Jayanti,M.Biomed,Sp.T.H.T.B.K.L

 

Oleh :  Dr.Putu Rinawati Jayanti,M.Biomed,Sp.T.H.T.B.K.L

 

Pengantar

Rhinitis alergi adalah salah satu penyakit saluran pernapasan atas yang paling umum, namun sering kali dianggap sepele. Kondisi ini merupakan reaksi imun tubuh terhadap alergen (zat pencetus alergi) yang masuk melalui saluran napas, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, dan jamur. Rhinitis alergi tidak hanya mengganggu kualitas hidup penderitanya, tetapi juga dapat menurunkan konsentrasi belajar dan produktivitas kerja.

Penyebab dan Faktor Risiko

Rhinitis alergi terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen yang seharusnya tidak berbahaya. Penyebab umum rhinitis alergi meliputi:

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami rhinitis alergi adalah:

Photo
Photo

Gejala Klinis

Gejala rhinitis alergi bisa bersifat musiman atau berlangsung sepanjang tahun, tergantung pada alergen penyebab. Gejala khasnya meliputi:

Gejala-gejala ini dapat menyerupai flu biasa, namun tidak disertai demam atau nyeri tubuh.

Photo
Photo

Diagnosis

Diagnosis rhinitis alergi umumnya ditegakkan melalui:

  1. Wawancara medis – Menggali riwayat gejala dan pencetusnya.
  2. Pemeriksaan fisik – Terutama pada hidung, mata, dan tenggorokan.
  3. Tes alergi – Seperti skin prick test atau tes IgE spesifik untuk mengidentifikasi alergen yang memicu reaksi.

 

 

 

Penatalaksanaan

Penanganan rhinitis alergi bertujuan untuk mengurangi gejala, menghindari alergen, dan meningkatkan kualitas hidup. Strateginya meliputi:

  1. Menghindari Alergen
  1. Terapi Farmakologis
  1. Imunoterapi Alergen (Desensitisasi)

Jika penghindaran alergen dan obat tidak efektif, imunoterapi dapat diberikan dalam bentuk suntikan atau tablet sublingual dalam jangka panjang.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Jika tidak ditangani dengan baik, rhinitis alergi dapat menyebabkan:

Pencegahan dan Edukasi

Pencegahan utama adalah menghindari pajanan terhadap alergen dan menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi terhadap penderita dan keluarga penting agar mereka memahami pola gejala dan tindakan yang harus diambil saat gejala muncul. Pada anak-anak, rhinitis alergi harus ditangani dengan serius karena bisa memengaruhi prestasi akademik dan tumbuh kembang.

Kesimpulan

Rhinitis alergi bukan sekadar “flu biasa” yang bisa diabaikan. Ini adalah kondisi medis kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Dengan diagnosis tepat, edukasi yang baik, dan pengendalian alergen, penderita dapat menjalani hidup yang lebih nyaman dan produktif.

Referensi (5 Tahun Terakhir)

  1. Greiner, A. N., et al. (2020). Allergic rhinitis. Lancet, 395(10217), 1055–1064.
  2. Brożek, J. L., et al. (2020). Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma (ARIA) guidelines – 2020 revision. Allergy, 75(4), 762–798.

Wallace, D. V., et al. (2023). The diagnosis and management of rhinitis: An updated practice parameter. Journal of Allergy and Clinical Immunology, 151(2), 548–563.

Editor : Iqbal Kurnia
#hidung #rhinitis alergi