Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Duda Timur Karangasem Masuk Enam Besar Nasional Lomba Desa Digital Berkat Dua Inovasinya

I Wayan Adi Prabawa • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 14:25 WIB
Perbekel Duda Timur I Gede Pawana (kiri) menerima kunjungan lapangan terkait lomba desa digital Kamis (31/7/2025).
Perbekel Duda Timur I Gede Pawana (kiri) menerima kunjungan lapangan terkait lomba desa digital Kamis (31/7/2025).

BALIEXPRESS.ID - Prestasi membanggakan diraih Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali.

Desa ini berhasil masuk enam besar nasional dalam ajang Lomba Desa Digital 2025.

Pencapaian ini menjadikan Duda Timur satu-satunya desa dari Bali yang menembus posisi bergengsi tersebut di tingkat nasional.

Lomba yang digelar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI ini diikuti oleh 7.226 desa dari seluruh Indonesia.

Tentunya persaingan untuk bisa masuk pada posisi ini cukup ketat.

Perbekel Duda Timur, I Gede Pawana, mengaku sempat tak menyangka bisa menembus posisi enam besar, mengingat ketatnya persaingan dengan desa-desa lain yang secara digital dinilai jauh lebih maju.

“Awalnya kami tidak menyangka bisa sejauh ini. Banyak desa dari kota besar yang ikut dan mereka sudah lebih dulu berkembang secara digital,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Menurut Pawana, salah satu kekuatan utama yang dimiliki desanya adalah keterbukaan informasi publik, terutama terkait pengelolaan dana desa.

Lewat aplikasi smartDesa yang dikembangkan sendiri, warga dapat memantau secara langsung penggunaan APBDes, termasuk rincian anggaran, sisa dana, serta penerima berbagai bentuk bantuan sosial.

Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka melalui marketplace digital yang terintegrasi dengan website desa.

“Warga bisa melihat siapa penerima bantuan, kategori bantuan, hingga penjualan produk UMKM secara real time di aplikasi kami,” tambah Pawana.

Dalam proses seleksi 10 besar nasional, setiap desa ditantang menciptakan aplikasi baru hanya dalam waktu dua hari.

Tim dari Duda Timur berhasil merancang aplikasi Siberdes (Sistem Informasi Beras Desa), yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan nasional serta koperasi desa.

Inovasi ini menjadi salah satu faktor yang mengantar mereka ke posisi enam besar.

Kementerian pun telah melakukan verifikasi lapangan pada Kamis (31/7/2025), dengan mengunjungi langsung Desa Duda Timur untuk melihat penerapan sistem digital secara nyata dan berdialog dengan masyarakat.

Meski baru sekitar 900 warga dari total 7.000 penduduk yang aktif menggunakan smartDesa, Pawana menilai angka ini cukup representatif karena sebagian besar pengguna adalah kepala keluarga.

Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan kepemilikan smartphone di kalangan warga.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Karangasem, I Made Sugiartha, mengapresiasi capaian ini dan menyebutnya sebagai bukti kerja keras seluruh perangkat desa.

"Bisa masuk enam besar merupakan capaian yang luar biasa. Ini merupakan bentuk kerja keras dari Perbekel dan seluruh perangkat desa. Kami di Dinas hanya memfasilitasi saja ke pusat,” kata Sugiartha. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#karangasem #desa duda timur #desa digital