BALIEXPRESS.ID– Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan aktivitas paralayang melintas tepat di atas area pura saat sedang berlangsung kegiatan persembahyangan.
Kejadian ini terjadi di Pura Gunung Payung, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, dan langsung menuai kecaman luas dari masyarakat, khususnya umat Hindu di Bali.
Baca Juga: Pemkab Bangli Geser Dana Makan Bergizi Gratis Rp2,5 Miliar untuk Program Lain
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook @Bali Digital. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak sejumlah umat Hindu sedang khusyuk melaksanakan persembahyangan di dalam kawasan pura.
Namun, suasana sakral tersebut mendadak terusik ketika sejumlah wisatawan yang melakukan aktivitas paralayang melintas rendah di atas area pura, menimbulkan kegaduhan di dunia maya.
Momen tersebut direkam oleh seorang wanita yang berada di dalam pura.
Sontak, video itu menjadi viral dan memicu kemarahan warganet.
Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap kesucian tempat ibadah, yang seharusnya dijaga dan dihormati oleh siapa pun, termasuk wisatawan dan pelaku usaha pariwisata.
Tak sedikit pula netizen yang meminta pemerintah daerah dan pengelola wisata agar lebih tegas dalam mengatur aktivitas pariwisata yang berdekatan dengan kawasan suci umat.
Aktivitas komersial seperti paralayang dinilai tidak boleh mengganggu ketenangan maupun mengabaikan nilai-nilai adat dan spiritual masyarakat Bali.
“Kayaknya yang megang peranan atau berwenang dengan hal tersebut sudah tumpel dollar. Emang kita sembahyang fokus sama TUHAN. Tapi kurang etis terlihat di atas tempat ibadah ada orang seliweran apaagi ada yang naik itu perempuan datang bulan,” tulis warganet dikutip pada Senin (04/08/2025).
“Pernah saya pas sembahyang di Pura Gunung Payung banyak paralayang di atas pura. Ini sudah lama terjadi sperti ini,” tulis warganet lainnya.
Baca Juga: PPATK Blokir Rekening Pasif, BRI Buka Suara
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak desa adat, pengelola Pura Gunung Payung, maupun instansi terkait mengenai insiden ini.
Namun desakan untuk evaluasi izin dan pengawasan terhadap aktivitas wisata di sekitar tempat suci kian menguat.
Editor : Wiwin Meliana