Cegah Abrasi di Pantai Tegal Besar, Pemkab Klungkung Siapkan Sodetan Aliran Sungai Tukad Bubuh
I Dewa Gede Rastana• Senin, 4 Agustus 2025 | 23:59 WIB
TINJAU : Bupati Klungkung I Made Satria saat peninjauan ke Pantai Tegal Besar, Senin (4/8/2025).
BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat menanggapi ancaman abrasi yang semakin parah di wilayah Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan.
Salah satu langkah yang segera ditempuh yakni dengan membuat sodetan baru pada aliran hilir Sungai Tukad Bubuh agar air sungai langsung mengalir ke laut.
Kondisi saat ini menunjukkan aliran Tukad Bubuh berbelok ke arah barat dan mengalir di sisi tanah milik warga, yang menyebabkan pengikisan tebing sungai secara signifikan. Situasi ini dikhawatirkan mempercepat abrasi dan mengancam kawasan pemukiman serta lahan yang berada di sekitar lokasi.
Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung langsung ditugaskan untuk menangani persoalan tersebut dengan membuat sodetan baru menuju laut.
Selain karena faktor abrasi, lokasi ini juga memiliki fungsi sosial dan budaya yang penting, karena kerap digunakan masyarakat sekitar untuk pelaksanaan upacara keagamaan seperti Melasti.
Langkah cepat juga dilakukan dengan mendorong koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida agar persoalan ini segera mendapat penanganan teknis yang tepat dan berkelanjutan.
“Kami sudah tugaskan Dinas PUPRPKP untuk segera turun tangan di lokasi dan menyiapkan sodetan. Ini penting untuk mengurangi risiko abrasi serta menjaga keberlangsungan fungsi sosial-budaya kawasan,” ujar Bupati Klungkung I Made Satria saat peninjauan ke lokasi bersama Camat Banjarangkan, Dewa Komang Aswin, dan Perbekel Desa Negari, I Gusti Ngurah Bagus Mahendra.
Pemerintah juga memastikan bahwa proses penanganan akan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan melibatkan koordinasi antarlembaga teknis guna mendapatkan solusi permanen. (*)