BALIEXPRESS.ID- Proyek pembangunan gudang sepeda Bali Echo di Banjar Seribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali , berubah menjadi tempat duka pada Sabtu (2/8/2025) pagi.
Tiga pekerja meninggal dunia dalam proyek pembangunan bak penampung air, salah satunya adalah I Ketut Juliawan, 42 tahun.
Pada hari itu, Juliawan sebenarnya berpamitan kepada istrinya Ni Luh Sriani untuk pemasangan keramik di proyek tersebut. Namun, takdir berkata lain.
Baca Juga: Diduga Campur Pertalite dengan Solar, SPBU Dikepung Warga, Sebabkan Motor Mogok Massal
“Waktu ada warga datang ke rumah menyampaikan kabar, saya kira suami kena mesin gerinda karena memang bilang mau pasang keramik,” ucap Sriani. “Begitu saya sampai di lokasi, ternyata suami saya sudah berada di dalam bak itu,” ungkap Seriani ditemui di rumah duka, Senin (4/8/2025).
Juliawan ikut menjadi korban diduga hendak menolong dua rekannya yang sebelumnya terjebak di dalam bak air dengan kedalaman 2,5 meter.
Ketiganya diduga mengalami gagal napas di dalam bak tersebut. Berdasarkan keterang polisi, korban diduga hendak melepas steiger di dalam bak tersebut.
Sriani mengatakan, Juliawan sendiri bukan pekerja bangunan tetap.
Ia adalah seorang petani yang juga memiliki keterampilan di bidang bangunan, dan sesekali sebagai buruh bangunan untuk menambah pemasukan keluarga.
Di proyek gudang sepeda itu, ia telah bekerja sejak sekitar setahun lalu, meski tidak rutin.
Sabtu nahas itu merupakan hari pertamanya kembali bekerja setelah seminggu libur karena mengurus bambu di kebun miliknya, yang ia manfaatkan untuk dijual sebagai steiger.
Orang tua Juliawan sempat menyarankan agar ia tidak berangkat bekerja karena kebun masih belum rapi.
Bahkan Sriani sempat menawarkan diri untuk ikut bekerja, karena sebelumnya kepala tukang sempat membuka peluang pekerjaan bagi perempuan.
“Saya dilarang ikut, katanya saya capek, istirahat saja di rumah,” ujar Sriani dengan suara pelan.
Selain Juliawan, proyek itu juga menelan dua korbanya nyawa lainnya, I Nengah Darman,53, dan I Wayan Buda Adnyana,52.
Ketiganya merupakan warga Banjar Seribatu. Satu korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Bangli, Anak Agung Rimbawan, 55, warga Desa Tamanbali. (*)
Editor : I Made Mertawan