Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UPDATE! Fast Boat Terbalik Dihantam Ombak di Sanur, Angkut 80 Orang, Korban Tewas WNA China

I Gede Paramasutha • Rabu, 6 Agustus 2025 | 02:58 WIB
Photo
Photo

 

BALIEXPRESS.ID – Insiden tragis menimpa kapal cepat Fast Boat Bali Dolphin Cruise II yang terbalik saat hendak merapat di Dermaga Pelabuhan Sanur, Denpasar, pada Selasa (5/8) sekitar pukul 15.00 WITA. Kapal yang mengangkut 80 orang yang terdiri dari 75 penumpang dan 5 awak, terbalik setelah dihantam gelombang tinggi setibanya dari Nusa Penida.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa dari seluruh penumpang, dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Keduanya adalah Shio Ku Hong, 23, dan Hon Jin Yu, 37, keduanya laki-laki. Sementara satu awak kapal (ABK) masih dalam proses pencarian dan diduga terjebak di dalam badan kapal yang terbalik.

“Evakuasi cukup sulit karena posisi kapal terbalik dan gelombang cukup tinggi, mencapai 2-5 meter. Tim SAR gabungan bersama masyarakat masih berupaya membalikkan kapal. Semua korban selamat telah dievakuasi ke RS Bali Mandara, sebagian besar mengalami luka ringan seperti lecet-lecet,” ujar Sidakarya di lokasi kejadian.

Kapal Bali Dolphin Cruise II berlayar dari Pelabuhan Nusa Penida menuju Sanur dalam kondisi cuaca yang awalnya dinilai masih aman. Namun, saat hendak memasuki alur pelayaran Pelabuhan Sanur, kapal dihantam gelombang tinggi dari arah belakang yang diperkirakan mencapai 2 hingga 4 meter, menyebabkan kapal kehilangan kendali dan terbalik.

Menurut keterangan dari awak kapal yang selamat, insiden terjadi secara tiba-tiba dan di luar prediksi. Lokasi kapal terbalik berada sekitar 100-150 meter dari titik sandar, di antara boui merah dan boui hijau yang menandai jalur pelayaran.

Kepala KSOP Kelas II Benoa, Aprianus Hangki, menyatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca. Namun saat kapal berangkat, kondisi laut masih tergolong aman.

“Kapalnya layak berlayar, kru cukup, dan tidak melebihi kapasitas. Penumpang juga sudah dilengkapi jaket pelampung dan pelampung darurat (life raft) sudah dibuka. Ini murni karena cuaca yang mendadak berubah dan kemungkinan faktor kelengahan dari nahkoda dalam mengantisipasi ombak dari belakang,” jelas Aprianus.

Sebagai langkah mitigasi, jalur pelayaran Sanur sempat ditutup untuk sementara hingga situasi benar-benar aman. Setelah pukul 17.00 WITA, beberapa kapal lain dengan ukuran serupa telah kembali beroperasi secara normal.

“Kami imbau kepada seluruh operator kapal untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap perubahan cuaca ekstrem. Penumpang juga diharapkan selalu menggunakan life jacket,” tegasnya.

Proses pencarian terhadap satu awak kapal yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang bekerja sama dengan relawan dan masyarakat sekitar.

Menurut penuturan salah seorang warga bernama Ketut Witran, kejadian ini ia ketahui ketika berada di parkir Pelabuhan Sanur. Lalu, ada pecalang yang memberi tahu, kalau ada boat tenggelam.

Maka, pria ini langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Ia pun berusaha membantu melakukan penyelamatan. Tampak para penumpang lompat dari boat, dan ada yang terjebak.

Witran pun nekat memecahkan kaca biar dengan kaki agar para korban bisa keluar. "Ombaknya besar sekali. Posisi boat hendak masuk pelabuhan sekitar 300 meter dari bibir pantai. Saat itulah boat dihantam ombak dan langsung terbalik. Kaki saya luka kena kaca," tandasnya. (ges)

Editor : Iqbal Kurnia
#bali #sanur #fast boat