BALIEXPRESS.ID – Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Padangbai, Manggis, sempat terganggu, pada Kamis (7/8), setelah salah satu kapal penyeberangan, KMP Gading Nusantara, mengalami gangguan teknis saat sandar pada Rabu malam (6/8).
Situasi itu membuat kapal berikutnya hanya bisa bersandar di Dermaga 2 setempat.
Kapal yang datang dari Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat itu mengalami mati mesin sesaat setelah bersandar di Dermaga 1.
Masalah tersebut terjadi ketika ramp door kapal gagal terbuka akibat munculnya bunga api dari salah satu panel kelistrikan.
Manager ASDP Padangbai Andri Matte menjelaskan, insiden tersebut memaksa pengelola pelabuhan menutup sementara Dermaga 1 dari aktivitas bongkar muat, dan mengalihkan seluruh operasional ke Dermaga 2.
Akibat pengalihan tersebut, terjadi antrean di pelabuhan, terutama karena meningkatnya jumlah penumpang yang beralih ke kapal ferry.
Pengalihan penumpang itu terjadi lantaran adanya penutupan sementara layanan fast boat akibat cuaca buruk turut menambah beban pada penyeberangan reguler. "Ada sedikit peningkatan terutama penumpang pejalan kaki, karena fast boat tutup," ujarnya.
Meski hanya satu dermaga yang berfungsi, proses bongkar muat tetap berjalan aman dan lancar. Penumpang pejalan kaki, termasuk wisatawan mancanegara, tampak mendominasi antrean.
Menurut informasi, saat ini KMP Gading Nusantara berhasil dievakuasi menggunakan tug boat menuju Dermaga Tanah Ampo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan pemindahan kapal tersebut, Pelabuhan Padangbai kini kembali mengoperasikan dua dermaga secara normal. (*)
Editor : Nyoman Suarna