BALIEXPRESS.ID – Setelah menunggu cukup lama, perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan di Bangli yang rusak akibat bencana alam pada 2020 akhirnya digulirkan.
Dana bantuan sebesar Rp5,6 miliar dari pemerintah pusat menjadi sumber pendanaan proyek ini.
Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Bangli, I Wayan Wardana, menjelaskan bahwa tahun ini terdapat enam ruas jalan yang diperbaiki menggunakan bantuan dari pemerintah pusat.
Nilai anggaran bervariasi dan paling besar Rp1,5 miliar. Enam lokasi tersebut antara lain ruas Penglipuran menuju Tirta Dedari (Rp1 miliar), jalan Penulisan–Sukawana (Rp1,4 miliar).
Kemudian Selati–Tanggahan Talangjiwa (Rp1,5 miliar), Tegal–Bebalang (Rp800 juta), akses jalan di wilayah Abuan (Rp494 juta), serta jalan Bangbang menuju Penaga Landih (Rp263 juta).
Dari keseluruhan proyek, setengah di antaranya dilaksanakan melalui mekanisme tender, yaitu perbaikan jalan Penglipuran-Tirta Dedari, Selati-Tanggahan Talangjiwa dan Penulisan- Sukawana. Sementara tiga proyek lainnya memanfaatkan sistem pengadaan lewat e-Katalog.
Saat ini, beberapa proyek sudah mulai digarap. Jalan menuju Tirta Dedari di kawasan Penglipuran telah memasuki tahap pengerjaan sejak pertengahan Juli.
Di lokasi lain seperti Selati, aktivitas pembongkaran jalan sudah berlangsung. Sedangkan untuk Penulisan–Sukawana, masih dilakukan pembersihan area sebagai persiapan konstruksi.
Secara umum, penyelesaian proyek ditargetkan paling lambat pada Oktober 2025.
Ada dua ruas jalan, yakni di Bangbang dan Abuan, yang ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal karena skala pengerjaan yang lebih ringan.
"Bangbang dan Abuan ditargetkan selesai lebih cepat, tidak sampai 90 hari," jelas Wardana pada Kamis (7/8/2025).
Sebagai catatan, kerusakan jalan ini merupakan dampak dari bencana alam yang terjadi lima tahun silam.
Pemkab Bangli mengajukan permohonan dana rehabilitasi dan rekonstruksi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun yang sama.
Namun, realisasi bantuan dari pusat baru terjadi pada penghujung 2024, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan fisik tahun ini.
Selain keenam ruas tersebut, masih terdapat kerusakan di sejumlah titik lain yang juga diakibatkan oleh bencana tahun 2021, yaitu berada di Dusun Sidawa, Desa Tamanbali, dan di Lingkungan Tegalalang, Kelurahan Kawan.
Namun karena tidak kunjung memperoleh bantuan dari pusat, Pemkab Bangli memutuskan untuk menangani perbaikannya dengan menggunakan dana dari APBD. (*)
Editor : I Made Mertawan