Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bus Rombongan Gerak Jalan SMPN 3 Manggis Terbakar, Peserta Gagal Ikut Lomba Tingkat Kabupaten

I Wayan Adi Prabawa • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 00:54 WIB
TRAGIS : Bus yang mengangkut peserta gerak jalan terbakar.
TRAGIS : Bus yang mengangkut peserta gerak jalan terbakar.

BALIEXPRESS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Amlapura–Denpasar, tepatnya di Banjar Dinas Buitan, Desa Manggis, Karangasem, pada Jumat (8/8/2025).

Sebuah bus yang mengangkut rombongan gerak jalan dari SMPN 3 Manggis tiba-tiba terbakar. Rombongan tersebut rencananya akan mengikuti lomba gerak jalan tingkat Kabupaten dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Camat Manggis, I Putu Eka Putra Tirtana, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, bus tiba-tiba mengeluarkan asap dan kemudian terbakar hebat. Beruntung, seluruh penumpang yang terdiri dari siswa dan guru berhasil menyelamatkan diri tanpa ada korban jiwa maupun luka-luka. “Benar, ada bus yang mengangkut rombongan gerak jalan tingkat SMP terbakar. Tidak ada korban, semua penumpang selamat,” ujar Tirtana.

Kebakaran itu sempat menimbulkan kemacetan cukup panjang di kedua arah jalan karena kobaran api yang besar membuat kendaraan lain enggan melintas. Proses pemadaman dilakukan oleh tim Damkar Karangasem yang mengerahkan delapan personel dan tiga unit armada. Sekitar 11 ribu liter air digunakan untuk menjinakkan api hingga akhirnya berhasil dipadamkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, I Made Agus Budiyasa menyatakan, saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu proses evakuasi bangkai bus agar arus lalu lintas kembali normal. Dampak dari insiden tersebut tidak hanya sebatas terganggunya lalu lintas. Pihak SMPN 3 Manggis memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan mereka dalam lomba gerak jalan tingkat Kabupaten.

Menurut Budiyasa yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, para siswa dan guru masih dalam kondisi syok pasca kejadian, sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan dan mengikuti lomba. Selain itu, pencarian kendaraan pengganti dalam waktu singkat juga menjadi kendala.

“Kalau dipaksakan ikut, siswa pasti tidak bisa fokus. Mental mereka perlu dipulihkan dulu. Guru juga bertanggung jawab atas kondisi psikologis para siswa,” tambahnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#smp #gerak jalan #bus #karangasem #terbakar #Peserta