BALIEXPRESS.ID – Selain masalah sampah, kemacetan di Kabupaten Badung kini menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
Tidak hanya membangun jalan baru, Pemkab Badung juga tengah merancang transportasi laut.
Rencananya water taxi ini akan beroperasi dari Bandara Ngurah Rai menuju kawasan pesisir seperti Kuta, Seminyak, Canggu, dan sekitarnya.
Baca Juga: BRI Resmikan Kantor Cabang di Taipei, Sediakan Layanan Keuangan Bagi 360 Ribu PMI Di Taiwan
Menariknya, konsep transportasi laut ini akan meniru model di Kota Sydney, Australia, yang sukses mengembangkan layanan tersebut sekaligus menjadikannya sebagai destinasi wisata baru.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengaku, telah mempelajari berbagai referensi terkait upaya mengurai kemacetan di Bali, khususnya Badung.
Selain menambah infrastruktur jalan, layanan transportasi laut melalui water taxi juga bisa diterapkan.
Baca Juga: Gianyar Berduka, Bayi 4 Bulan Meninggal Dunia, Sekda Sampaikan Belasungkawa
"Iya disamping kita memanfaatkan darat, kita sekarang mulai mengurai kemacetan melalui laut," ujar Adi Arnawa, Jumat (8/8).
Pihaknya menyebutkan, transportasi laut ini nantinya akan digunakan untuk menghubungkan wisatawan dari Bandara langsung ke destinasi wisata di Bali.
Sehingga dapat lebih mudah menuju Kuta, Seminyak, maupun Kuta Utara.
Baca Juga: Bus Rombongan Gerak Jalan SMPN 3 Manggis Terbakar, Peserta Gagal Ikut Lomba Tingkat Kabupaten
“Nanti kita membangun transportasi laut ini tidak hanya sekedar membuat-buat transportasi saja. Sehingga harus dirancang dengan matang,” ungkapnya.
Dari sejumlah referensi yang dipelajari, mantan Sekda Badung ini menilai, Sydney sebagai contoh sukses penerapan transportasi laut.
Sehingga akan dijadwalkan kembali untuk melakukan kunjungan atau studi banding ke kota tersebut.
"Di kota Sydney ini ternyata transportasi lautnya sangat bagus sekali. Mungkin kedepan saya dengan Bapak Ketua DPRD dan yang lain bisa studi banding ke sana nanti, melihat transportasi tersebut, termasuk penanganan dan pengelolaan," terangnya.
Adi Arnawa menambahkan, rencana ini sejalan dengan program penataan pantai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Pusat, untuk mengatasi abrasi dan menambah pasokan pasir.
“Jadi sejalan dengan itu, kami juga di tahun 2026 rencana juga akan menata pasir pantai sampai Desa Cemagi,” jelas Bupati Asal Pecatu tersebut.
Lebih lanjut, Ia berharap, ke depan wisatawan dari Bandara yang menuju Canggu, Kuta, dan daerah lainnya tak lagi harus melalui jalur darat.
Pihaknya optimistis langkah ini dapat membantu mengurai kemacetan di Badung.
"Iya mudah-mudahan bisa tertangani kemacetan. Namun sebelum itu kita akan merancang pembangunan sejumlah di Badung Selatan, yakni jalan lingkar Barat dan Selatan untuk mengurai kemacetan di Badung Selatan,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga