Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gelar Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Universitas Mahasaraswati Edukasi Lansia di Desa Adat Nyanglan Terkait Penyakit Diabetes

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:03 WIB

LANSIA : Lansia Desa Adat Nyanglan, Banjarangkan, Klungkung ikuti penyuluhan mengenai penyakit diabetes dan perkenalan cemilan sehat.
LANSIA : Lansia Desa Adat Nyanglan, Banjarangkan, Klungkung ikuti penyuluhan mengenai penyakit diabetes dan perkenalan cemilan sehat.

BALIEXPRESS.ID - Suasana sore di Balai Banjar Adat Desa Nyanglan, Banjarangkan, Klungkung tampak meriah.

Puluhan lansia antusias mengikuti kegiatan senam sehat yang dibarengi dengan penyuluhan mengenai penyakit diabetes serta perkenalan camilan sehat Gummy Jelly. 

 Baca Juga: Suasana Meriah Sambut HUT RI ke-80, Sebanyak 53 Regu Ikuti Lomba Gerak Jalan 17 KM di Klungkung

Kegiatan tersebut merupakan pengabdian masyarakat yang digelar oleh mahasiswa dari Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Dalam acara tersebut diawali dengan penjelasan singkat mengenai apa itu diabetes dari pemateri I Gede Agus Wahyudi Purnayasa dan Ni Kadek Popy Febriani. Mereka menyampaikan bahwa diabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah terlalu tinggi.

 Baca Juga: 20 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Kematian Prada Lucky, Salah Satunya Seorang Perwira

“Ini bukan penyakit kutukan atau penyakit orang kaya ya, tapi penyakit yang bisa menyerang siapa saja jika tidak menjaga pola hidup,” candanya sembari memberikan penyuluhan.

Dalam sesi materi, peserta dikenalkan tiga tipe diabetes. Terdiri dari Diabetes Melitus (DM) tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja, meski jarang dijumpai.

 

LANSIA : Lansia Desa Adat Nyanglan, Banjarangkan, Klungkung ikuti penyuluhan mengenai penyakit diabetes dan perkenalan cemilan sehat.
LANSIA : Lansia Desa Adat Nyanglan, Banjarangkan, Klungkung ikuti penyuluhan mengenai penyakit diabetes dan perkenalan cemilan sehat.

Kedua ada DM tipe 2 adalah yang paling sering terjadi pada orang dewasa akibat insulin tidak bekerja optimal, sehingga gula darah terus meningkat. Sementara itu, DM gestasional berpotensi muncul selama masa kehamilan dan biasanya hilang setelah melahirkan.

Materi berlanjut pada faktor risiko. Pemateri mengajak peserta bercermin pada kebiasaan sehari-hari, seperti terlalu sering ngemil atau minum manis setiap hari tanpa diimbangi aktivitas fisik.

“Kalau jarang bergerak dan berat badan naik, risiko diabetes jadi lebih besar,” ujar Agus Wahyudi sambil tersenyum.

 Baca Juga: Sjamsul Nursalim: Jejak Konglomerat di Balik Kura Kura Bali, dari Taipan Ban hingga Kasus BLBI

Para lansia juga diajak mengenali gejala umum diabetes, di antaranya sering buang air kecil di malam hari, cepat haus meski tidak beraktivitas berat, serta rasa lemas berkepanjangan.

Untuk pencegahan diabetes, kedua pemateri menekankan tiga langkah penting, terdiri dari menjaga pola makan dengan lebih banyak sayur dan buah seperti pepaya, apel, dan timun, rutin berolahraga, serta melakukan cek gula darah sebulan sekali.

Acara ditutup dengan sesi perkenalan camilan sehat Gummy Jelly. Camilan ini dibuat dari bahan alami tanpa gula pasir, diganti dengan gula stevia yang memiliki rasa manis alami namun aman bagi penderita diabetes.

Photo
Photo

“Memang rasanya tidak semanis permen biasa, tapi tetap nikmat dan lebih sehat,” ujar Kadek Popy sambil membagikan contoh produk kepada peserta.

 

Kegiatan senam sore pada hari tersebut tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menambah wawasan lansia tentang pola hidup sehat dan alternatif camilan yang lebih aman.

Editor : Wiwin Meliana
#pengabdian masyarakat #Mahasaraswati #denpasar