Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Update Insiden Maut Proyek Bak Penampungan Air di Seribatu, Dugaan Kelalaian Menguat

I Made Mertawan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:26 WIB
Polisi mendatangi TKP proyek bak penampungan air di Banjar Seribatu, Desa Susut, Bangli, Sabtu (2/8/2025).
Polisi mendatangi TKP proyek bak penampungan air di Banjar Seribatu, Desa Susut, Bangli, Sabtu (2/8/2025).

BALIEXPRESS.IDPolsek Susut masih mendalami kasus yang merenggut tiga pekerja di proyek gudang sepeda Bali Echo di Banjar Seribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bangli.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Hasil sementara, terdapat dugaan kelalaian yang menyebabkan korban jiwa.

Kapolsek Susut AKP I Nyoman Sucipta menjelaskan, saksi yang telah diperiksa di antaranya pemilik proyek, kepala tukang, serta orang lain yang berada di lokasi saat kejadian.

Ia membenarkan adanya dugaan kelalaian. Namun, untuk memastikan kasus ini dapat naik ke tahap penyidikan atau menetapkan tersangka, pihaknya masih menunggu gelar perkara.

“Tinggal menunggu gelar perkara,” tegas Sucipta saat dikonfirmasi, Selasa (12/8/2025).

Gelar perkara nantinya akan dilakukan oleh Satreskrim Polres Bangli.

Setelah beberapa saksi diperiksa di Polsek Susut, penanganan kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Bangli.

Seperti diketahui, insiden maut itu terjadi pada Sabtu pagi (2/8/2025).

Tiga korban tewas yang merupakan warga Seribatu adalah I Nengah Darman,53; I Wayan Buda Adnyana,52; dan I Ketut Juliawan,42.

Mereka ditemukan tak bernyawa di dalam bak sedalam 2,5 meter dengan lubang berukuran hanya 60 x 60 sentimeter.

Diduga, para korban mengalami gagal napas saat berada di dalam bak.

Darman merupakan korban pertama yang masuk ke lokasi untuk membuka steiger, namun tiba-tiba lemas.

Korban kedua, Buda Adnyana, turun untuk membantu, tetapi mengalami nasib serupa.

Korban ketiga, Juliawan, ikut mencoba menolong, namun juga menjadi korban.

Satu korban lainnya, Anak Agung Gede Rimbawan,55, selamat namun masih menjalani perawatan intensif.

Ia ikut menjadi korban ketika hendak menolong rekan-rekannya. Hingga kini, polisi belum dapat meminta keterangan saksi kunci ini.

“Masih dirawat,” ujar Kasubag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Bangli, Sang Kompyang Arie Sukma. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#kecelakaan kerja #bangli #penampungan air