BALIEXPRESS.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangli untuk sementara tidak bisa mencetak Kartu Identitas Anak (KIA).
Sejak Selasa (12/8/2025), ribbon sebagai komponen penting dalam proses pencetakan KIA telah habis.
Untuk permohonan yang sifatnya mendesak, petugas mencetak menggunakan kertas biasa atau pemohon diminta menunggu hingga ribbon kembali tersedia.
Kepala Disdukcapil Bangli, Anak Agung Bintang Ari Sutari, menjelaskan stok ribbon cepat habis karena lonjakan pemohon terjadi saat masa pendaftaran anak sekolah.
Membludaknya permohonan KIA disebabkan kerja sama Disdukcapil dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, yang mewajibkan setiap calon murid baru yang belum memiliki KTP untuk melampirkan KIA sebagai syarat pendaftaran.
Kebijakan ini mulai berlaku pada penerimaan murid baru tahun ini.
Menurut Bintang, keputusan tersebut bertujuan menertibkan administrasi kependudukan.
Anak yang belum memiliki KTP setidaknya memiliki identitas diri berupa KIA.
“Setelah menjalankan program ini, saat pendaftaran sekolah pemohon KIA langsung membludak. Kami sampai harus lembur,” ujarnya pada Rabu (13/8/2025).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut berdampak positif pada capaian penerbitan KIA yang kini melampaui target.
Hingga Agustus, realisasi penerbitan KIA sudah mencapai 68 persen dari target 60 persen yang ditetapkan tahun ini.
“Kalau sampai akhir tahun, prediksi kami jauh melebihi target,” jelas mantan Kabag Tapem Setda Bangli ini.
Namun, lonjakan tersebut tidak diimbangi dengan kesiapan sarana pendukung, terutama ketersediaan ribbon.
Sebanyak 12 ribu ribbon yang dianggarkan pada APBD 2025, ditambah sisa stok dari 2024, habis sebelum akhir tahun.
Satu ribbon model lama dapat digunakan untuk mencetak sekitar 200 keping KIA, sementara ribbon model baru hanya mampu mencetak 180 keping.
Untuk mengatasi kekosongan stok, Disdukcapil Bangli telah berkoordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten Gianyar dan meminjam lima ribbon.
Ribbon pinjaman tersebut diperkirakan tiba Kamis hari ini dan akan dikembalikan setelah pengadaan tambahan melalui Perubahan APBD 2025, yang direncanakan sebanyak 10 ribbon.
Bintang meyakini jumlah tersebut mencukupi hingga akhir tahun, mengingat permohonan KIA menurun setelah masa penerimaan siswa baru.
“Kalau saat penerimaan siswa baru memang sangat membludak, walaupun sampai kehabisan ribbon, kami tetap bersyukur karena program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat,” tegasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan