BALIEXPRESS.ID- Sebuah komplotan pencuri motor yang membuat resah masyarakat di Bali dibongkar oleh Polsek Denpasar Barat, Senin (11/8). Mirisnya, pelaku yang berjumlah tiga orang, semuanya masih di bawah umur.
Tiga maling motor yang masih berstatus pelajar itu diketahui berinisial AMIN, 17, asal Jember, Jawa Timur; BLZ, 17, asal Singaraja, Bali; serta JNT, 17, asal Denpasar, Bali.
Khusus AMIN, penangkapan dilakukan oleh Polres Jembrana untuk disidik atas kasus serupa si sana.
Baca Juga: Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, trio ini sudah belasan kali melancarkan aksi.
"Para pelaku melakukan pencurian lintas kabupaten, seperti di Denpasar, Badung, Gianyar, hingga Jembrana," tuturnya, Jumat (15/8).
Terungkapnya persekongkolan jahat trio remaja tersebut bermula dari adanya laporan dari pria inisial IP, 28.
Bahwa pria itu baru pulang dari bermain mini soccer dan memarkir motor di parkiran kos, Jalan Gunung Ringin Raya Nomor 21, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Sabtu (26/7).
Pria asal Lombok Tengah, NTB ini lantas masuk ke kamar dan beristirahat. Keesokan harinya, ia terbangun sekitar pukul 07.00 WITA dan hendak berangkat kerja sejam kemudian.
Alangkah terkejutnya dirinya, lantaran didapati motor miliknya telah raib.
Masalah ini lantas disampaikan ke Kepala Dusun Asta Buana. Mereka lantas mengecek rekaman CCTV, dan terlihatlah kendaraan itu diambil oleh orang tak dikenal. "Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian Rp 6 juta," tandasnya.
IP lantas melapor ke polisi. Satreskrim Polsek Denpasar Barat langsung bergerak menyelidiki kasus itu sekaligus sebagai pelaksana Operasi Sikat 2025. Hasilnya, aparat dapat meringkus dua orang pelaku di rumah temannya, kawasan Jalan Tukad Balian, pada Senin (11/8).
Sedangkan, satu lagi yaitu AMIN ditangkap oleh Polres Jembrana. Motor yang dicuri juga dapat diamankan. Dari hasil interogasi terungkap, bahwa ketiganya sudah melancarkan aksi di 15 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.
Rinciannya, pada Mei 2025,
* Baypass Ngurah Rai Dekat Patung Monyet, mengambil Vario 110 Hitam (BB sedang diselidiki)
* Gianyar, mengambil Vario Hitam (BB masih diselidiki)
* Pada Juni 2025,
* Dekat Pantai Kuta, mencuri Mio Hitam (BB sedang diselidiki)
* Tempat yang diketahui oleh Irul
* Mengambil Scoopy Abu-abu (BB sedang diselidiki)
* Lumintang, mendapatkan Vario 110 Merah (BB sedang diselidiki)
* Jalan Baypas Ngurah Rai Proyek, mengambil Vario 110 Hitam (BB sedang diselidiki)
* Sesetan, membawa kabur Beat Karbu Hitam (BB masih diselidiki).
Lanjut pada Juli 2025,
* Garuda Wisnu Kencana, mengambil Vario Old 125 Putih (BB sedang diselidiki)
* Jalan Imam Bonjol Gg 100, Denpasar, bawa kabur Vario Putih (dibawa oleh Irul, BB masih diselidiki)
* Jalan Gunung Ringin, Denpasar, mendapatkan Vario Hitam Merah (BB sudah diamankan oleh Sek Denbar)
* Jalan Baypas Ngurah Rai (Warung Madura), gasak Vario 110 Hitam Biru (BB belum ditemukan).
Baca Juga: Kabar Duka: Komedian Mpok Alpa Meninggal Dunia, Raffi Ahmad dan Irfan Hakim Ungkap Kesedihan
Berikutnya pada Agustus 2025,
* Taman Pancing, mencuri Vario Putih Biru (BB masih diselidiki), dan Vario Old 125 Putih (BB masih diselidiki)
* Jalan Bung Tomo, Denpasar, membawa kabur Vario Putih Biru (BB masih diselidiki)
* Jalan Kebo Iwa Utara, mengambil Vario 110 Putih (BB sudah diamankan oleh Sek Denbar).
"Ketiganya memiliki peran berbeda, AMIN mengawasi TKP, memetik target, dan menjual. BLZ mengawasi TKP, serta sebagai pemetik. Kalau JNT, mengawasi TKP, mendorong dari belakang setelah target didapat," tuturnya. mengakui motor curian dijual langsung ke seorang bernama Patris seharga Rp 1,2 juta.
Kini, kepolisian sedang menyelidiki Patria yang diduga sebagai penadahnya. Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun. (ges)
Editor : Wiwin Meliana