Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Disebut Bisa Untung Rp 100 Triliun, Gubernur Koster Tegas Tolak Pembangunan Kasino di Bali

Rika Riyanti • Jumat, 15 Agustus 2025 | 23:33 WIB
 
NI KADEK RIKA RIYANTI BERBASIS BUDAYA: Gubernur Bali, Wayan Koster dalam acara Pengarahan Gubernur Bali di Ksirarnawa, Art Center, Jumat (15/8)
NI KADEK RIKA RIYANTI BERBASIS BUDAYA: Gubernur Bali, Wayan Koster dalam acara Pengarahan Gubernur Bali di Ksirarnawa, Art Center, Jumat (15/8)
 
 
 
 
BALIEXPRESS.ID – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan penolakannya terhadap rencana pembangunan kasino di Pulau Dewata.
 
Sikap tersebut ia sampaikan dalam acara Pengarahan Gubernur Bali dalam rangka Pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan Bagi Wisatawan Asing untuk Pelindungan Kebudayaan dan Lingkungan Alam Bali, yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (15/8).

“Taruhan masa depan Bali ini adalah pada pariwisata yang kita di Bali berbasis budaya. Jadi karena itu Bali harus kokoh, kukuh, prinsipil, jangan mudah kena rayu bikin ini lah bikin itu lah, jangan. Kita bertahan saja pada budaya. Karena tidak ada saingannya soal budaya, jangan pula ada pikiran bikin kasino di Bali,” tegas Koster.
 
Baca Juga: PHRI Bali Soroti Lonjakan Pajak PBB P2, Cok Ace Khawatir Lahan Makin Banyak Dijual

Ia menilai, pembangunan kasino justru akan menempatkan Bali pada persaingan yang sama dengan negara lain yang telah lebih dulu mengembangkan industri tersebut.
 
Bahkan, Koster mengaku pernah mendapat tawaran untuk membangun kasino di Bali.

“Saya diimingi-imingi kalau ada kasino di Bali langsung dapat Rp100 triliun. Angkanya memang Rp100 triliun tetapi sekali kita salah langkah mengerus budaya Bali, meninggalkan basis kita budaya untuk pariwisata, kita bisa kehilangan lebih dari 100 triliun dan akan mengancam masa depan Bali. Jangan ikut-ikut di sana ada kasino, di sini juga ada kasino,” ujarnya.
 
Baca Juga: Candi Budha di Desa Kalibukbuk: Simbol Siwa-Budha di Bali Utara, Diyakini ada Sejak Abad 8  

Penolakan ini sejalan dengan pandangannya terhadap usulan pembangunan sirkuit balap di Bali seperti yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
 
Menurutnya, hal itu mustahil dilakukan karena keterbatasan lahan di Bali.

“Cuma satu saja di dunia (berbasis kebudayaan) jadi karena itu tidak ada saingan. Kita akan terus memenangkan pertarungan pariwisata yang berbasis budaya. Di situ saja, jadi ke depan, jangan pernah goyah soal budaya ini,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti
#bali #kasino #wayan koster #budaya