BALIEXPRESS.ID- Pelaksanaan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Tabanan tahun ini cukup menarik.
Jika pada tahun 2024 lalu, tema pahlawan masih menjadi tema upacara HUT ke 80 RI, Tahun 2025 tema peringatan HUT ke 80 RI di Kabupaten Tabanan cukup unik.
Baca Juga: Agung Ketut Rai Dan Ari Lasso, Siap Meriahkan Tanah Lot Art & Food Festival Keenam
Para peserta upacara yang terdiri dari ASN di lingkungan Pemkab Tabanan tampak menggunakan pakaian adat Bali dengan warna merah putih hitam lengkap dengan topi caping khas petani.
Menurut Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, konsep upacara kali ini adalah penghormatan kepada para petani sebagai pahlawan Pangan.
Karena para petani ini dikatakan Bupati Sanjaya sudah berjuang untuk tetap menjaga pasokan pangan dengan aktivitas Bertani.
“Penggunaan warna tridatu dan topi caping ini, bukan hanya sebagai simbol kemeriah saja. Namun penggunaan atribut ini adalah salah satu bentuk penghormatan kami terhadap budaya agraris yang merupakan warisan utama Kabupaten Tabanan,” jelasnya Minggu (17/8).
Baca Juga: 175 Orang Warga Binaan Lapas Tabanan Terima Remisi, Tujuh Orang Langsung Bebas
Adapun topi caping yang digunakan adalah topi caping yang terbuat dari anyaman daun kelapa, yang merupakan topi khas para petani yang ada di Kabupaten Tabanan.
Selain itu, pohon kelapa sendiri diakui Bupati dua periode ini juga memiliki arti penting dalam tatanan kehidupan masyarakat agraris.
Selain itu, hadirnya “Pasukan Tridatu” yang menggunakan pakai adat madya berwarna merah, hitam dan putih ini menjadi lambang menjaga keseimbangan yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana sebagai bagian dari kearifan lokal Bali.
Kombinasi warna tridatu ini dijelaskan Sanjaya menjadi lambang kekuatan, kesucian, dan keseimbangan.
Baca Juga: Melukat di Petirtan Jolotundo, Tinggalan Raja Udayana dan Prabu Airlangga, Ada sejak 977 Masehi
“Kekuatan, Kesucian dan Keseimbangan ini adalah landasan kami dalam menjalankan tata pemerintahan yang baik di Kabupaten Tabanan, sedangkan penggunaan topi caping adalah sebagai bentuk penghormatan kepada para petani,” ungkapnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana